Bab Apa yang Diharamkan dari Cakap-Cakap
Shahih
haddatsana aliyyu ibnu muslimin, haddatsana husyaymun, akhbarana ghayru, wahidin, minhum mughirahu wafulanun warajulun tsalitsun aydhan ani assyabiyyi an warradin katibi almughirahi ibni syubaha anna muawiyaha kataba ila almughirahi ani aktub ilaa bihaditsin samitahu min rasuli allahi qala fakataba ilayhi almughirahu anni samituhu yaqulu inda anshirafihi mina asshalahi " la ilaha ila allahu, wahdahu la syarika lahu, lahu almulku, walahu alhamdu, wahwa ala kulli syain qadirun ". tsalatsa marratin qala wakana yanha an qila waqala wakatsrahi assuali, waidhaahi almali, wamanin wahati, wauquqi alummahati, wawadi albanati. waan husyaymin akhbarana abdu almaliki ibnu umayrin qala samitu warradan yuhadditsu hadza alhaditsa ani almughirahi ani annabiyyi.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Husein, telah mengabarkan kepada kami beberapa orang dari mereka, Mughira dan seorang laki-laki ketiga juga dari Asy-Sya'bi dari Warrad, penulis Mughira bin Syubah, bahwa Muawiyah menulis kepada Mughira: "Tulis kepadaku sebuah hadits yang kau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka Mughira menulis kepadanya: "Aku mendengar beliau berkata setelah setiap shalat: 'Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya-lah kerajaan dan bagi-Nya-lah pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.'" Beliau juga melarang cakap-cakap yang tidak berguna, bertanya terlalu banyak (dalam agama), membuang-buang uang, mencegah apa yang seharusnya diberikan, dan meminta kepada orang lain (kecuali dalam keadaan sangat membutuhkan), berbuat durhaka kepada ibu, dan mengubur anak perempuan kecil (hidup-hidup).