Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 647 tentang Keutamaan shalat berjamaah dan pahala berlipat ganda

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi umat Islam. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa shalat berjamaah di masjid pahalanya dilipatgandakan menjadi 25 kali lipat dibandingkan shalat sendirian di rumah atau di pasar. Keutamaan ini mencakup seluruh rangkaian ibadahnya, mulai dari berwudhu dengan baik, melangkahkan kaki menuju masjid, hingga menunggu shalat berikutnya. Ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh untuk beribadah di masjid.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Keutamaan Shalat Berjamaah, nomor 647, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Lafadz haditsnya adalah sebagai berikut:

<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي الجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا، وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى المَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلاَةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ</p>

Makna ringkasnya: "Shalat seorang laki-laki secara berjamaah dilipatgandakan pahalanya dibandingkan shalatnya di rumah dan di pasarnya (sendirian) menjadi 25 kali lipat. Hal itu karena apabila dia berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian keluar menuju masjid, tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali (keinginan untuk menunaikan) shalat, maka tidaklah dia melangkahkan satu langkah pun kecuali diangkat satu derajat baginya dan dihapuskan satu kesalahan darinya. Apabila dia shalat, para malaikat terus bershalawat (mendoakan) kepadanya selama dia berada di tempat shalatnya, (mereka berdoa): 'Ya Allah, berilah shalawat (rahmat) kepadanya. Ya Allah, rahmatilah dia.' Dan salah seorang dari kalian senantiasa dianggap dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan lafadz yang disebutkan di atas adalah lafadz Imam Al-Bukhari.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah besar dari hadits ini. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa keutamaan 25 derajat ini adalah untuk shalat berjamaah di masjid, dan ini adalah keutamaan yang agung. Namun, beliau juga menegaskan bahwa pahala yang berlipat ini tidak hanya terbatas pada shalatnya saja, tetapi juga mencakup amalan-amalan yang mengiringinya.

Mari kita rinci poin-poin pentingnya:

  1. Pelipatgandaan Pahala: Angka 25 kali lipat ini adalah keutamaan yang jelas. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai apakah pelipatgandaan ini khusus untuk shalat fardhu atau termasuk juga shalat sunnah. Pendapat yang lebih kuat, sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, adalah bahwa keutamaan ini berlaku umum untuk shalat fardhu, karena konteks hadits dan praktik para sahabat menunjukkan hal tersebut.
  2. Keutamaan Wudhu yang Baik: Frasa "فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ" (membaguskan wudhu) menunjukkan bahwa pahala yang sempurna hanya didapat jika wudhu dilakukan dengan sempurna, memenuhi syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa "membaguskan wudhu" adalah menyempurnakan basuhan anggota wudhu dan tidak berlebihan dalam menggunakan air.
  3. Niat yang Ikhlas: Ungkapan "لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ" (tidak ada yang mengeluarkannya kecuali shalat) adalah kunci utama. Ini menunjukkan bahwa keikhlasan niat adalah syarat untuk meraih keutamaan ini. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar menekankan bahwa siapa yang keluar rumah hanya karena Allah dan untuk shalat, maka seluruh langkahnya bernilai ibadah.
  4. Setiap Langkah Mengangkat Derajat dan Menghapus Dosa: Ini adalah kabar gembira yang sangat besar. Setiap langkah kaki menuju masjid akan mengangkat satu derajat di surga dan menghapus satu dosa. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa hikmahnya adalah karena langkah tersebut adalah bentuk pengorbanan dan usaha untuk taat kepada Allah, sehingga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlipat.
  5. Doa Para Malaikat: Selama seseorang berada di masjid dan menunggu shalat, para malaikat terus mendoakannya. Ini adalah keutamaan yang tidak ternilai. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa doa malaikat ini adalah doa yang mustajab, dan ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang memakmurkan masjid.
  6. Menunggu Shalat Dihitung Sebagai Shalat: Sabda Nabi ﷺ, "وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ" (seseorang senantiasa dianggap dalam shalat selama menunggu shalat) menunjukkan bahwa orang yang menunggu shalat berjamaah di masjid akan terus mendapatkan pahala seperti orang yang sedang shalat. Imam Al-Bukhari sendiri membuat bab khusus tentang ini dalam Shahih-nya.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat yang mulia bernama 'Utban bin Malik radhiyallahu 'anhu. Suatu ketika, ia buta dan tinggal cukup jauh dari masjid. Namun, ia tetap bersikeras untuk shalat berjamaah di masjid. Ia berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku buta dan rumahku jauh, dan tidak ada yang menuntunku untuk datang ke masjid. Apakah aku punya udzur untuk shalat di rumah saja?"

Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah engkau mendengar adzan?" Ia menjawab, "Ya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Maka penuhilah (panggilan adzan itu), karena sesungguhnya engkau tidak akan melangkahkan satu langkah pun menuju masjid kecuali Allah akan mengangkat satu derajat bagimu dan menghapus satu dosamu." (HR. Muslim).

Kisah ini menunjukkan bahwa keutamaan yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bukanlah sekadar teori, tetapi benar-benar dipahami dan diamalkan oleh para sahabat. Mereka rela menempuh kesulitan demi mendapatkan keutamaan ini, dan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa setiap langkah mereka bernilai pahala di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits yang mulia ini, ada beberapa amalan yang bisa kita petik:

  1. Jaga Shalat Berjamaah di Masjid: Terutama bagi kaum laki-laki, ini adalah perintah yang sangat ditekankan dan memiliki keutamaan yang besar.
  2. Sempurnakan Wudhu: Jangan terburu-buru dalam berwudhu. Lakukan dengan tertib dan sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
  3. Ikhlas dalam Berangkat: Niatkan setiap langkah kaki kita menuju masjid hanya untuk mencari ridha Allah dan menunaikan shalat, bukan karena tujuan duniawi.
  4. Manfaatkan Waktu Menunggu: Jangan sia-siakan waktu menunggu shalat dengan hal yang sia-sia. Perbanyaklah dzikir, membaca Al-Qur'an, atau berdoa, karena kita sedang berada dalam "shalat" yang terus menerus.
  5. Jangan Cepat Meninggalkan Masjid: Setelah shalat, jika tidak ada keperluan mendesak, duduklah sejenak untuk berdzikir dan berdoa, karena para malaikat masih mendoakan kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi