Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita tentang luasnya rahmat Allah ﷻ yang tak terhingga. Allah menahan 99 bagian rahmat untuk hamba-Nya di akhirat, dan hanya 1 bagian yang diturunkan ke dunia untuk seluruh makhluk. Hadits ini juga mengajarkan keseimbangan antara harapan (raja') dan takut (khauf) kepada Allah—seorang mukmin tidak boleh terlalu yakin sehingga lalai, dan tidak boleh berputus asa sehingga meninggalkan amal.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan lengkap. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq (Kitab Renungan), Bab Ar-Raja' Ma'a Al-Khauf (Harapan Bersama Ketakutan), no. 6469, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." (QS. Al-A'raf [7]: 156)
Ayat ini menunjukkan bahwa rahmat Allah tidak terbatas dan meliputi seluruh makhluk-Nya, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya bahwa rahmat Allah meliputi semua makhluk di dunia, dan khusus bagi orang-orang bertakwa di akhirat.
Penjelasan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah Allah menciptakan rahmat dalam 100 bagian, lalu menahan 99 bagian di sisi-Nya untuk diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berhak di akhirat. Satu bagian yang diturunkan ke dunia itulah yang menyebabkan seluruh makhluk saling menyayangi—bahkan hewan mengangkat kakinya karena takut menginjak anaknya.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah, dan bahwa rahmat di dunia hanyalah satu dari seratus bagian. Ini menjadi dalil bahwa rahmat Allah di akhirat jauh lebih besar dan lebih sempurna.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Luasnya Rahmat Allah
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa agungnya rahmat Allah. Satu bagian rahmat yang diturunkan ke dunia sudah cukup untuk membuat seluruh makhluk saling berkasih sayang—manusia, hewan, bahkan burung dan serangga. Maka bayangkan betapa dahsyatnya 99 bagian yang tersimpan di sisi Allah untuk hamba-Nya di akhirat nanti.
2. Keseimbangan Antara Harapan dan Takut
Bagian akhir hadits ini sangat penting: "Seandainya orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada di sisi Allah, ia tidak akan putus asa untuk masuk surga, dan seandainya orang beriman mengetahui semua siksaan yang ada di sisi Allah, ia tidak akan merasa aman dari api neraka."
Imam Ibnul Qayyim Al-Jawziyyah dalam Madarij As-Salikin menjelaskan bahwa seorang hamba harus berjalan di antara dua sayap: sayap harapan dan sayap ketakutan. Jika hanya takut, ia akan putus asa. Jika hanya berharap, ia akan lalai dan merasa aman dari azab Allah. Keduanya harus seimbang.
3. Rahmat Allah Mendahului Murka-Nya
Hadits ini juga mengajarkan bahwa rahmat Allah lebih dominan daripada murka-Nya. Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim, Allah berfirman: "Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku." Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan pintu taubat selalu terbuka.
4. Peringatan agar Tidak Lalai
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadh Ash-Shalihin menjelaskan bahwa bagian akhir hadits ini adalah peringatan bagi orang beriman agar tidak merasa aman dari azab Allah. Seorang mukmin harus tetap beramal saleh dan menjauhi maksiat, karena ia tidak tahu bagaimana akhir hidupnya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ melihat seorang ibu yang kehilangan anaknya. Ketika sang ibu menemukan anaknya, ia langsung memeluk dan menyusuinya dengan penuh kasih sayang. Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat:
"Apakah kalian mengira wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?" Para sahabat menjawab, "Tidak, demi Allah, ia tidak akan melakukannya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sungguh, Allah lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada wanita ini kepada anaknya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa kasih sayang seorang ibu yang begitu besar hanyalah satu bagian dari seratus bagian rahmat yang Allah turunkan ke dunia. Maka betapa agungnya rahmat Allah yang tersimpan di sisi-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah akan luasnya rahmat Allah — jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, sekecil apa pun amal kita.
- Seimbangkan harapan dan ketakutan — berharap kepada rahmat Allah, namun tetap takut akan azab-Nya agar tidak lalai dalam beribadah.
- Berbuat baik kepada sesama makhluk — karena kasih sayang di dunia ini adalah bagian dari rahmat Allah yang diturunkan.
- Jangan merasa aman dari azab Allah — teruslah beristighfar dan memperbaiki diri.
- Jangan berputus asa dari rahmat Allah — pintu taubat selalu terbuka selama nyawa masih di badan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.