Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya kewajiban shalat berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki. Ancaman keras dari Nabi ﷺ untuk membakar rumah orang yang meninggalkan shalat jamaah menunjukkan bahwa hukumnya wajib, bukan sekadar sunnah. Semangat para sahabat dalam menghadiri shalat berjamaah juga patut kita teladani, karena mereka lebih memilih pahala akhirat daripada kenikmatan dunia yang fana.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk shalat berjamaah ("rukuklah beserta orang-orang yang rukuk"), sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama salaf.
Hadits:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Wajibnya Shalat Jama'ah, no. 644, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini menjadi dalil utama bagi mayoritas ulama Ahlus Sunnah, di antaranya:
- Imam Ahmad bin Hanbal dan para pengikutnya (Hanabilah) berpendapat bahwa shalat jamaah bagi laki-laki adalah wajib 'ain (kewajiban individu).
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim juga menguatkan pendapat wajibnya shalat jamaah, sebagaimana dalam kitab Majmu' al-Fatawa dan Ash-Shalah wa Hukmu Tarikuha.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhish Shalihin menjelaskan bahwa ancaman keras dalam hadits ini tidak akan diberikan kecuali untuk perkara yang wajib.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Kewajiban Shalat Jamaah: Sabda Nabi ﷺ, "Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan..." menunjukkan keseriusan beliau. Keinginan untuk membakar rumah orang yang tidak hadir shalat jamaah adalah hukuman yang sangat berat. Hukuman seperti ini tidak akan dijatuhkan untuk meninggalkan perkara sunnah, melainkan untuk perkara yang fardhu (wajib). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil paling kuat bagi yang mewajibkan shalat jamaah.
- Keutamaan Shalat Isya dan Subuh Berjamaah: Bagian akhir hadits menyebutkan shalat Isya secara khusus. "Jika salah seorang dari mereka mengetahui bahwa dia akan mendapatkan tulang yang berisi daging yang baik atau dua potong daging kecil, dia pasti akan hadir untuk shalat 'Isya." Ini menunjukkan bahwa pahala shalat Isya dan Subuh berjamaah sangat besar, melebihi kenikmatan duniawi yang paling sederhana sekalipun. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menekankan keutamaan dua shalat ini.
- Ancaman bagi yang Meninggalkan: Ancaman membakar rumah adalah bentuk hukuman yang sangat tegas. Ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat jamaah tanpa uzur syar'i adalah dosa besar. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa-nya sering mengingatkan kaum muslimin untuk tidak meremehkan shalat berjamaah.
- Semangat Para Sahabat: Para sahabat radhiyallahu 'anhum adalah generasi terbaik yang sangat bersemangat dalam ketaatan. Mereka tidak perlu diiming-imingi dengan harta dunia untuk hadir ke masjid. Mereka lebih memilih pahala akhirat yang kekal.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
"Sungguh, kami (para sahabat) dahulu tidaklah meninggalkan shalat berjamaah kecuali orang munafik yang sudah diketahui kemunafikannya. Dan sungguh, dahulu ada seseorang yang didatangkan dengan dipapah di antara dua orang (karena sakit) hingga dia ditegakkan di shaf (untuk shalat berjamaah)." (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat berjamaah di hati para sahabat. Mereka tidak mau ketinggalan walau dalam keadaan sakit. Ini adalah teladan nyata bagi kita yang seringkali malas atau mencari-cari alasan untuk tidak shalat ke masjid.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah bahwa shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah wajib. Jangan meremehkan kewajiban ini.
- Jangan mencari-cari alasan untuk tidak hadir ke masjid, kecuali ada uzur syar'i yang jelas seperti sakit parah atau hujan lebat yang menyulitkan.
- Tanamkan dalam hati bahwa pahala shalat berjamaah, terutama Isya dan Subuh, jauh lebih besar daripada kenikmatan dunia apa pun.
- Jadikanlah kisah para sahabat sebagai motivasi untuk bersemangat dalam beribadah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.