Bab Perintah Allah untuk Bershalawat
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى سَلَمَةَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الأَكْوَعِ، قَالَ خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلَى خَيْبَرَ، قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ أَيَا عَامِرُ لَوْ أَسْمَعْتَنَا مِنْ هُنَيْهَاتِكَ. فَنَزَلَ يَحْدُو بِهِمْ يُذَكِّرُ. تَاللَّهِ لَوْلاَ اللَّهُ مَا اهْتَدَيْنَا. وَذَكَرَ شِعْرًا غَيْرَ هَذَا، وَلَكِنِّي لَمْ أَحْفَظْهُ. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَنْ هَذَا السَّائِقُ ". قَالُوا عَامِرُ بْنُ الأَكْوَعِ. قَالَ " يَرْحَمُهُ اللَّهُ ". وَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْلاَ مَتَّعْتَنَا بِهِ، فَلَمَّا صَافَّ الْقَوْمَ قَاتَلُوهُمْ، فَأُصِيبَ عَامِرٌ بِقَائِمَةِ سَيْفِ نَفْسِهِ فَمَاتَ، فَلَمَّا أَمْسَوْا أَوْقَدُوا نَارًا كَثِيرَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَا هَذِهِ النَّارُ عَلَى أَىِّ شَىْءٍ تُوقِدُونَ ". قَالُوا عَلَى حُمُرٍ إِنْسِيَّةٍ. فَقَالَ " أَهْرِيقُوا مَا فِيهَا، وَكَسِّرُوهَا ". قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ نُهَرِيقُ مَا فِيهَا وَنَغْسِلُهَا قَالَ " أَوْ ذَاكَ ".
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Yazid bin Abu Ubaid, dari Mawla Salamah, dari Salamah bin Al-Akwa, berkata: "Kami keluar bersama Nabi ﷺ ke Khaibar. Seorang lelaki di antara orang-orang berkata: 'Wahai Amir! Apakah engkau mau membacakan kepada kami beberapa bait syairmu?' Maka Amir turun dan mulai menyanyikan di antara mereka, berkata: 'Demi Allah! Seandainya bukan karena Allah, kami tidak akan mendapatkan petunjuk.' Amir juga menyebutkan bait syair lainnya yang tidak saya ingat. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa pengemudi unta ini?' Mereka menjawab: 'Dia adalah Amir bin Al-Akwa.' Beliau bersabda: 'Semoga Allah merahmatinya.' Seorang lelaki dari orang-orang berkata: 'Wahai Rasulullah! Seandainya engkau membiarkan kami menikmati kebersamaannya lebih lama.' Ketika orang-orang (Muslim) berbaris, pertempuran dimulai, dan Amir terkena pedangnya sendiri (secara kebetulan) dan meninggal. Pada malam harinya, orang-orang menyalakan api yang banyak (untuk memasak makanan). Rasulullah ﷺ bertanya: 'Api apa ini? Untuk apa kalian menyalakan api?' Mereka menjawab: 'Untuk memasak daging keledai.' Beliau bersabda: 'Buanglah apa yang ada di dalam panci dan hancurkan panci-panci itu!' Seorang lelaki berkata: 'Wahai Rasulullah! Bolehkah kami membuang apa yang ada di dalamnya dan mencucinya?' Beliau bersabda: 'Tidak apa-apa, kalian boleh melakukannya.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
