Bab Doa dalam Shalat
Shahih
haddatsana utsmanu ibnu abi syaybaha, haddatsana jarirun, an manshurin, an abi wailin, an abdi allahi rdh allah nh qala kunna naqulu fi asshalahi assalamu ala allahi, assalamu ala fulanin. faqala lana annabiyyu dzata yawmin " inna allaha huwa assalamu, faidza qaada ahadukum fi asshalahi falyaquli attahiyyatu lillahi ila qawlihi asshalihina. faidza qalaha ashaba kulla abdin lillahi fi assamai waalardhi shalihin, asyhadu an la ilaha ila allahu, waasyhadu anna muhammadan abduhu warasuluhu. tsumma yatakhayyaru mina attsanai ma syaa ".
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Shaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Abu Wail, dari Abdullah -semoga Allah meridhainya- berkata: 'Kami biasa mengucapkan dalam shalat: 'Salam sejahtera bagi Allah, salam sejahtera bagi si Fulan.' Maka pada suatu hari Nabi bersabda kepada kami: 'Sesungguhnya Allah adalah As-Salam; apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam shalat, hendaklah ia mengucapkan: 'At-tahiyyatu-lillahi' hingga 'As-Salihin,' (Segala puji bagi Allah ... orang-orang yang saleh) karena ketika ia membacanya, maka ia mengucapkan salam kepada semua hamba Allah yang ada di langit dan di bumi. Kemudian ia harus mengatakan: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,' dan kemudian ia boleh memilih pujian yang ia kehendaki.