Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab tidur yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, yaitu tidur dengan posisi miring ke kanan dan membaca doa yang penuh makna. Doa ini mengandung penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, pengakuan bahwa hanya kepada-Nya tempat berlindung, dan iman kepada kitab serta nabi-Nya. Keutamaan luar biasanya, barangsiapa yang membaca doa ini lalu meninggal pada malam itu, ia akan mati dalam keadaan fitrah (suci dari dosa).
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Tidur di Sisi Kanan, nomor hadits 6315. Perawinya adalah Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu:
> كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَامَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ قَالَهُنَّ ثُمَّ مَاتَ تَحْتَ لَيْلَتِهِ مَاتَ عَلَى الْفِطْرَةِ».
Makna ringkasnya: Rasulullah ﷺ ketika hendak tidur, beliau berbaring di sisi kanannya, lalu membaca doa yang berisi penyerahan jiwa, muka, urusan, dan seluruh diri kepada Allah, disertai rasa harap dan takut, serta pengakuan bahwa tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan dari siksa Allah kecuali kepada-Nya. Beliau juga mengimani kitab yang diturunkan (Al-Qur'an) dan nabi yang diutus (Nabi Muhammad ﷺ). Kemudian beliau bersabda bahwa siapa yang mengucapkan doa ini lalu meninggal pada malam itu, maka ia mati di atas fitrah (kesucian Islam).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2710) dan para ulama hadits lainnya dari jalur yang berbeda.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu petunjuk Nabi ﷺ yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat akan tidur. Para ulama dari kalangan salafus shalih sangat memperhatikan adab dan doa-doa seperti ini.
1. Posisi Tidur:
Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu dengan jelas menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidur di sisi kanannya. Ini adalah sunnah yang diajarkan. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa tidur di atas sisi kanan adalah sunnah, karena hal itu lebih baik untuk kesehatan dan juga merupakan bentuk mengikuti Nabi ﷺ. Beliau juga menyebutkan bahwa tidur tengkurap adalah tidurnya setan dan dilarang.
2. Kandungan Doa:
Doa ini sangat dalam maknanya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Bahjatul Qulubil Abrar menjelaskan bahwa doa ini mengandung:
- Penyerahan jiwa (Aslamtu nafsi ilaika): Seorang hamba menyerahkan jiwanya kepada Allah, karena ia sadar bahwa jiwa itu milik Allah dan hanya Dia yang mengatur hidup dan matinya.
- Penghadapan wajah (Wajjahtu wajhi ilaika): Memurnikan niat dan tujuan hanya untuk Allah.
- Penyerahan urusan (Fawwadtu amri ilaika): Bertawakal sepenuhnya kepada Allah dalam segala urusan.
- Bersandar kepada Allah (Alja'tu zahri ilaika): Merasa lemah dan membutuhkan pertolongan Allah, serta bersandar kepada-Nya.
- Rasa harap dan takut (Raghbatan wa rahbatan ilaika): Doa ini menggabungkan antara ar-raja' (harap akan rahmat Allah) dan al-khauf (takut akan siksa Allah). Ini adalah inti dari ibadah.
- Pengakuan bahwa tidak ada tempat berlindung dari Allah kecuali kepada-Nya (La malja'a wa la manja minka illa ilaika): Ini adalah puncak tauhid. Seorang hamba sadar bahwa dari segala sesuatu, hanya Allah tempat berlindung yang sejati. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa kalimat ini adalah pengakuan akan kelemahan hamba dan kekuasaan Allah yang mutlak.
- Iman kepada Kitab dan Nabi (Amantu bikitabika... wa nabiyyika...): Ini adalah rukun iman yang keenam, yaitu iman kepada kitab-kitab Allah dan rasul-rasul-Nya, yang merupakan pondasi agama.
3. Keutamaan Luar Biasa:
Sabda Nabi ﷺ, "Barangsiapa mengucapkan kalimat-kalimat ini dan mati pada malam itu, maka dia akan mati dalam keadaan fitrah." Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "fitrah" di sini adalah Islam, yaitu keadaan suci dari dosa syirik dan maksiat, atau mati di atas keselamatan. Ini menunjukkan betapa agungnya doa ini. Siapa yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, lalu Allah takdirkan ia meninggal pada malam itu, maka ia akan meninggal dalam keadaan yang diridhai Allah.
Story Telling
Dari kisah Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, sahabat yang mulia ini meriwayatkan hadits ini dengan sangat teliti. Beliau adalah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang adab dan akhlak Nabi ﷺ. Perhatian para sahabat terhadap detail kehidupan Nabi ﷺ, termasuk cara tidur beliau, menunjukkan betapa mereka sangat mencintai dan ingin meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan. Mereka tidak hanya belajar tentang hukum halal dan haram, tetapi juga tentang adab sehari-hari yang tampak sepele namun memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan tidur di atas sisi kanan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
- Hafalkan dan bacalah doa ini setiap malam sebelum tidur dengan penuh penghayatan akan maknanya.
- Renungkan makna doa ini: bahwa kita menyerahkan jiwa, urusan, dan seluruh diri kita hanya kepada Allah, serta beriman kepada kitab dan rasul-Nya.
- Yakinlah dengan keutamaan doa ini sebagai salah satu sebab kematian yang baik (husnul khatimah).
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.