Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menerangkan bahwa Allah menciptakan Adam عليه السلام dalam bentuk/rupa yang mulia, dengan tinggi enam puluh hasta, dan mengajarkan kepada Adam cara memberi salam. Salam "Assalamu'alaikum" adalah salam penghormatan yang Allah tetapkan untuk Adam dan seluruh keturunannya, dan para malaikat menjawabnya dengan tambahan "wa rahmatullah". Hadits ini juga menjelaskan bahwa manusia terus berkurang posturnya dari generasi ke generasi hingga sekarang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Izin Masuk, Bab Permulaan Salam, nomor 6227, dari Abu Hurairah رضي الله عنه.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنَ الْمَلَائِكَةِ جُلُوسٌ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ. فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوا: السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الْآنَ."
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan penciptaan Adam dan kemuliaannya:
QS. Al-Isra' [17]: 70
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Terjemahan: "Dan sungguh, telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."
QS. At-Tin [95]: 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Terjemahan: "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
Penjelasan Rinci
Pertama: Makna "Allah menciptakan Adam pada gambar-Nya"
Para ulama dari daftar yang disebutkan memiliki penjelasan tentang makna "عَلَى صُورَتِهِ" (pada gambar-Nya):
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam memahami lafaz ini. Pendapat yang paling kuat — dan dipilih oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah — adalah bahwa dhamir (kata ganti) "هُ" pada "صُورَتِهِ" merujuk kepada Allah, dan maknanya adalah bahwa Allah menciptakan Adam dengan sifat-sifat dan bentuk yang Allah kehendaki, yang tidak sama dengan makhluk lain, sebagai bentuk kemuliaan. Ini bukan berarti menyerupakan Allah dengan makhluk, karena Allah tidak serupa dengan sesuatu pun.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa hadits ini termasuk hadits sifat yang wajib diimani tanpa tahrif (mengubah makna), ta'thil (menolak), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (menyerupakan). Allah memiliki sifat dan bentuk yang layak bagi-Nya, tidak sama dengan makhluk-Nya.
Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kemuliaan Adam عليه السلام dan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tin [95]: 4.
Kedua: Tinggi Adam enam puluh hasta
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa enam puluh hasta adalah sekitar 30 meter (dengan perhitungan satu hasta sekitar 50 cm). Ini menunjukkan betapa sempurnanya penciptaan Adam. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa manusia terus berkurang posturnya hingga sekarang, dan ini adalah ketetapan Allah yang tidak perlu dipertanyakan.
Ketiga: Ajaran memberi salam
Hadits ini adalah dasar disyariatkannya salam "Assalamu'alaikum". Ibnu Hajar menjelaskan bahwa salam ini adalah salam pertama yang diucapkan di dunia, dan menjadi salam penghormatan bagi seluruh keturunan Adam hingga di surga nanti.
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa menjawab salam dengan tambahan "wa rahmatullah" adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh para malaikat, dan ini menunjukkan keutamaan menambah kebaikan dalam menjawab salam.
Keempat: Semua penghuni surga berbentuk seperti Adam
Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan bahwa semua orang yang masuk surga akan dikembalikan pada bentuk dan tinggi Adam عليه السلام, yaitu enam puluh hasta, tanpa kurang sedikit pun. Ini adalah janji Allah bagi penghuni surga.
Kelima: Postur manusia terus berkurang
Ibnu Hajar menyebutkan bahwa pengurangan postur manusia dari generasi ke generasi adalah fakta yang disebutkan dalam hadits ini, dan tidak ada pertentangan dengan ilmu pengetahuan karena ini adalah perkara gaib yang dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya tentang makna hadits "Allah menciptakan Adam pada gambar-Nya". Beliau menjawab dengan penuh adab: "Hadits ini adalah hadits yang shahih, dan kita mengimaninya tanpa menanyakan bagaimana (bila kaif)." Beliau juga mengingatkan bahwa sikap seorang mukmin terhadap hadits-hadits sifat adalah menerima dan mengimani, bukan menolak atau menyerupakan.
Imam Ahmad bin Hanbal juga pernah ditanya tentang hadits ini, dan beliau menjawab: "Kita mengimaninya dan membenarkannya, tanpa menanyakan bagaimana." Ini adalah manhaj salaf dalam menyikapi hadits-hadits sifat.
Kesimpulan Praktis
- Mengimani hadits ini sebagai bagian dari iman kepada Allah dan hari akhir, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.
- Membiasakan memberi salam "Assalamu'alaikum" kepada sesama Muslim, karena ini adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Allah kepada Adam عليه السلام.
- Menjawab salam dengan lebih baik atau minimal sama, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa [4]: 86.
- Meyakini janji Allah bahwa penghuni surga akan berbentuk seperti Adam عليه السلام, sebagai motivasi untuk beramal saleh.
- Tidak mempertentangkan hadits ini dengan ilmu pengetahuan, karena ini adalah perkara gaib yang wajib diimani.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.