Penjelasan Hadits Bukhari No. 6132 tentang Menghindari sifat buruk dengan hadiah dan kasih sayang

Penjelasan Hadits Shahih Al-Bukhari No. 6132

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kepada kita kelembutan dan kelapangan hati Nabi ﷺ dalam bergaul dengan manusia. Meskipun ada sahabat yang memiliki sifat keras atau kurang menyenangkan, Nabi ﷺ tetap memperlakukannya dengan baik, bahkan menyisihkan hadiah khusus untuknya. Ini menunjukkan bahwa akhlak mulia bukan hanya untuk orang yang mudah diajak bergaul, tetapi juga untuk mereka yang sulit.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adab, Bab Bergaul dengan Manusia. Perawi sahabatnya adalah Al-Miswar bin Makhramah (dalam jalur yang disebutkan oleh Hatim bin Wardan), dan jalur lain melalui Abdullah bin Abu Mulaika.

Teks hadits yang disebutkan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أُهْدِيَتْ لَهُ أَقْبِيَةٌ مِنْ دِيبَاجٍ مُزَرَّرَةٌ بِالذَّهَبِ، فَقَسَمَهَا فِي نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ وَعَزَلَ مِنْهَا وَاحِدًا لِمَخْرَمَةَ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ " خَبَأْتُ هَذَا لَكَ ". قَالَ أَيُّوبُ بِثَوْبِهِ أَنَّهُ يُرِيهِ إِيَّاهُ، وَكَانَ فِي خُلُقِهِ شَىْءٌ. رَوَاهُ حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ وَقَالَ حَاتِمُ بْنُ وَرْدَانَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ الْمِسْوَرِ، قَدِمَتْ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ أَقْبِيَةٌ.

Adapun ayat Al-Qur'an yang menjadi landasan umum akhlak Nabi ﷺ:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya' [21]: 107

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Juga firman Allah:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

QS. Al-Qalam [68]: 4

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

1. Kelapangan hati Nabi ﷺ dalam bergaul

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ tetap memperhatikan Makhramah bin Naufal (dalam sebagian riwayat disebut Al-Miswar bin Makhramah) meskipun diketahui bahwa pada diri Makhramah ada "sesuatu" dalam akhlaknya — yakni sifat keras atau kasar. Nabi ﷺ tidak menjauhi atau mengabaikannya, tetapi justru menyisihkan hadiah khusus untuknya.

2. Makna "خَبَأْتُ هَذَا لَكَ" (Aku menyimpan ini untukmu)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa ucapan Nabi ﷺ ini menunjukkan kelembutan dan penghormatan. Nabi ﷺ tidak mengatakan "ini untukmu" secara biasa, tetapi "aku menyimpannya untukmu" — yang mengandung makna perhatian khusus dan penghargaan.

3. Hikmah menyisihkan hadiah untuk orang yang keras sifatnya

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari strategi dakwah Nabi ﷺ: memberikan perhatian lebih kepada orang yang hatinya perlu dilembutkan. Ini sejalan dengan prinsip ta'lif al-qulub (menarik hati) yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

4. Sikap Nabi ﷺ terhadap orang yang kasar

Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa Nabi ﷺ adalah teladan dalam bersabar menghadapi akhlak manusia yang beragam. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi dengan kebaikan — sebagaimana firman Allah dalam QS. Fussilat [41]: 34:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia."

5. Catatan tentang pakaian sutra dan kancing emas

Para ulama seperti Al-Bukhari sendiri dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadiah tersebut diberikan kepada Nabi ﷺ, dan beliau membagikannya. Ini terjadi sebelum turunnya larangan memakai sutra bagi laki-laki, atau bisa jadi ini adalah sutra yang bukan untuk dipakai langsung, melainkan untuk dijual atau diberikan kepada yang berhak. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menyebutkan bahwa sutra haram bagi laki-laki, namun menerima hadiahnya dan membagikannya adalah perkara yang berbeda.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Makhramah bin Naufal adalah seorang yang memiliki sifat keras dan kasar dalam berbicara. Para sahabat lain mungkin merasa kurang nyaman dengan sikapnya. Namun, ketika rombongan hadiah berupa jubah sutra berhias kancing emas datang dari seorang raja, Nabi ﷺ membagikannya kepada para sahabat. Semua jubah terbagi, kecuali satu yang beliau sisihkan.

Ketika Makhramah datang, Nabi ﷺ tidak menegurnya atas sifat kasarnya, tidak pula menjauhinya. Sebaliknya, dengan senyum dan kelembutan, beliau menunjukkan jubah yang telah disimpan khusus untuknya seraya berkata, "Aku menyimpan ini untukmu."

Betapa besar hikmahnya! Nabi ﷺ tahu bahwa orang yang keras hatinya seringkali justru membutuhkan lebih banyak perhatian dan kebaikan. Inilah akhlak Nabi ﷺ yang disebutkan oleh Allah sebagai khuluqin 'azhim (budi pekerti yang luhur).

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Kitab Adab, menunjukkan bahwa bergaul dengan manusia — termasuk yang sulit — adalah bagian dari adab Islam yang harus dipelajari dan diamalkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersikap lembut kepada semua orang, termasuk mereka yang keras sifatnya. Jangan jauhi orang yang sulit bergaul, tetapi dekati dengan kebaikan.
  2. Berikan perhatian khusus kepada orang yang hatinya perlu dilembutkan. Kadang kebaikan kecil yang tulus dapat mengubah hati yang keras.
  3. Jangan balas keburukan dengan keburukan. Sebagaimana Nabi ﷺ, balaslah dengan kebaikan yang lebih baik.
  4. Akhlak mulia adalah dakwah. Cara kita bergaul dengan manusia seringkali lebih berpengaruh daripada kata-kata kita.
  5. Belajar dari para ulama seperti Ibnu Hajar, An-Nawawi, Ibn Rajab, dan Ibnu Taymiyyah dalam memahami hadits-hadits akhlak, agar kita tidak salah memahami dan dapat mengamalkannya dengan benar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?