Shahih Al-Bukhari · Kitab Adab · No. 6127

Bab Perkataan Nabi ﷺ: "Permudahlah dan janganlah mempersulit"

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنِ الأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ كُنَّا عَلَى شَاطِئِ نَهْرٍ بِالأَهْوَازِ قَدْ نَضَبَ عَنْهُ الْمَاءُ، فَجَاءَ أَبُو بَرْزَةَ الأَسْلَمِيُّ عَلَى فَرَسٍ، فَصَلَّى وَخَلَّى فَرَسَهُ، فَانْطَلَقَتِ الْفَرَسُ، فَتَرَكَ صَلاَتَهُ وَتَبِعَهَا حَتَّى أَدْرَكَهَا، فَأَخَذَهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَضَى صَلاَتَهُ، وَفِينَا رَجُلٌ لَهُ رَأْىٌ، فَأَقْبَلَ يَقُولُ انْظُرُوا إِلَى هَذَا الشَّيْخِ تَرَكَ صَلاَتَهُ مِنْ أَجْلِ فَرَسٍ. فَأَقْبَلَ فَقَالَ مَا عَنَّفَنِي أَحَدٌ مُنْذُ فَارَقْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ إِنَّ مَنْزِلِي مُتَرَاخٍ فَلَوْ صَلَّيْتُ وَتَرَكْتُ لَمْ آتِ أَهْلِي إِلَى اللَّيْلِ. وَذَكَرَ أَنَّهُ صَحِبَ النَّبِيَّ ﷺ فَرَأَى مِنْ تَيْسِيرِهِ.

haddatsana abu annumani, haddatsana hammadu ibnu zaydin, ani alazraqi ibni qaysin, qala kunna ala syathii nahrin bialahwazi qad nadhaba anhu almau, fajaa abu barzaha alaslamiyyu ala farasin, fashalla wakhalla farasahu, fanthalaqati alfarasu, fataraka shalatahu watabiaha hatta adrakaha, faakhadzaha tsumma jaa faqadha shalatahu, wafina rajulun lahu raun, faaqbala yaqulu anzhuru ila hadza assyaykhi taraka shalatahu min ajli farasin. faaqbala faqala ma annafani ahadun mundzu faraqtu rasula allahi waqala inna manzili mutarakhin falaw shallaytu wataraktu lam ati ahli ila allayli. wadzakara annahu shahiba annabiyya faraa min taysirihi.

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Al-Azraq bin Qais, ia berkata: "Kami berada di tepi sungai di Al-Ahwaz yang telah mengering. Lalu Abu Barza Al-Aslami datang menunggang kuda dan ia mulai shalat serta melepaskan kudanya. Kuda itu berlari, sehingga Abu Barza menghentikan shalatnya dan mengejar kudanya hingga ia menangkapnya dan membawanya, kemudian ia melanjutkan shalatnya. Di antara kami ada seorang laki-laki yang berpendapat berbeda. Ia datang dan berkata, 'Lihatlah orang tua ini! Ia meninggalkan shalatnya karena seekor kuda.' Lalu Abu Barza mendekati kami dan berkata, 'Sejak aku meninggalkan Rasulullah ﷺ, tidak ada seorang pun yang menegurku; rumahku sangat jauh dari tempat ini, dan jika aku terus shalat dan meninggalkan kudaku, aku tidak akan sampai ke rumahku hingga malam.' Kemudian Abu Barza menyebutkan bahwa ia pernah bersama Nabi dan melihat kemudahan yang diberikan oleh beliau."

Penjelasan