Bab Senyuman dan Tawa
Shahih
haddatsana abnu numayrin, haddatsana abnu idrisa, an ismaila, an qaysin, an jaririn, qala ma hajabani annabiyyu mundzu aslamtu, wala raani ila tabassama fi wajhi. walaqad syakawtu ilayhi anni la atsbutu ala alkhayli, fadharaba biyadihi fi shadri waqala " allahumma tsabbithu wajalhu hadiyan mahdiyyan ".
Dari Jarir, Nabi ﷺ tidak pernah menghalangiku sejak aku memeluk Islam, dan setiap kali dia melihatku, dia menyambutku dengan senyuman. Suatu ketika aku mengeluh kepadanya bahwa aku tidak bisa duduk tegak di atas kuda. Dia menepuk dadaku dengan tangannya dan berkata, "Ya Allah! Teguhkan dia dan jadikan dia seorang yang memberi petunjuk dan yang mendapat petunjuk."