Bab Tersenyum dan Tertawa
Shahih
haddatsana abdu alazizi ibnu abdi allahi aluwaysiyyu, haddatsana malikun, an ishaqa ibni abdi allahi ibni abi thalhaha, an anasi ibni malikin, qala kuntu amsyi maa rasuli allahi waalayhi burdun najraniyyun ghalizhu alhasyiyahi, faadrakahu arabiyyun fajabadza biridaihi jabdzahan syadidahan qala anasun fanazhartu ila shafhahi atiqi annabiyyi waqad attsarat biha hasyiyahu arridai min syiddahi jabdzatihi tsumma qala ya muhammadu mur li min mali allahi adzi indaka. faltafata ilayhi fadhahika, tsumma amara lahu biathain.
Dari Anas bin Malik: Ketika aku berjalan bersama Rasulullah ﷺ yang mengenakan jubah Najrani dengan tepi yang tebal, seorang badui mendekati Nabi ﷺ dan menarik jubahnya dengan keras. Aku melihat sisi bahu Nabi ﷺ dan melihat bahwa tepi jubahnya meninggalkan bekas karena kerasnya tarikan itu. Badui itu berkata, "Wahai Muhammad! Perintahkanlah untukku sebagian dari harta Allah yang ada padamu." Nabi ﷺ menoleh kepadanya, (tersenyum) dan memerintahkan agar dia diberi sesuatu.