Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang tipu daya setan saat adzan dan iqamah. Setan lari terbirit-birit agar tidak mendengar adzan, lalu kembali untuk menggoda manusia. Puncak godaannya adalah ketika seseorang sedang shalat, ia membisikkan berbagai hal yang melalaikan sehingga orang tersebut lupa berapa rakaat yang sudah ia kerjakan. Ini menunjukkan betapa agungnya adzan dan shalat, serta waspada terhadap gangguan setan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dan berharakat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Keutamaan Adzan, no. 608, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman tentang tipu daya setan:
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
"Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami biarkan setan menyesatkannya dan setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (QS. Az-Zukhruf [43]: 36)
Ayat ini menunjukkan bahwa kelalaian dari dzikir kepada Allah menjadi pintu masuk bagi setan untuk menguasai dan menggoda seseorang.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan adzan, karena setan saja lari ketakutan saat mendengarnya. Ini adalah penghormatan bagi muadzin dan orang yang mendengarnya.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna adhbara (berpaling/lari) dan durat (kentut dengan suara) sebagai gambaran betapa hinanya setan dan kerasnya larinya, bukan sekadar lari biasa.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Adzan yang Agung
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil keutamaan adzan. Setan yang merupakan makhluk yang sangat kuat dan licik, lari ketakutan hanya karena mendengar suara adzan. Ini menunjukkan bahwa adzan memiliki pengaruh besar dalam mengusir setan.
2. Makna "Adbara wa lahu durat"
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa ungkapan ini adalah gambaran nyata tentang larinya setan dengan sangat cepat dan tergesa-gesa, sampai-sampai keluar angin dari tubuhnya. Ini menunjukkan betapa hinanya setan di hadapan syiar Islam.
3. Strategi Setan dalam Menggoda Manusia
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa setan tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan manusia. Jika ia tidak bisa menghalangi seseorang dari shalat, maka ia berusaha merusak shalatnya dengan was-was dan bisikan.
4. Was-was dalam Shalat
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa was-was dalam shalat adalah salah satu senjata terbesar setan. Ia membuat seseorang sibuk mengingat hal-hal duniawi yang sebelumnya tidak terpikirkan, sehingga shalatnya menjadi tidak khusyuk dan bahkan lupa jumlah rakaat.
5. Perbedaan Adzan dan Iqamah
Dalam hadits ini, setan lari dua kali: saat adzan dan saat iqamah. Ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki keutamaan dalam mengusir setan, namun godaan terbesar terjadi setelah iqamah, yaitu saat shalat dimulai.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya oleh seseorang, "Bagaimana caranya agar khusyuk dalam shalat?" Beliau menjawab, "Ketika engkau berdiri untuk shalat, maka ingatlah bahwa engkau sedang berdiri di hadapan Allah, dan engkau akan berdiri di hadapan-Nya kelak pada hari kiamat. Jika engkau mampu menjaga hatimu dalam shalat, maka lakukanlah."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan masalah kekhusyukan shalat dan waspada terhadap bisikan setan yang berusaha merusaknya.
Kesimpulan Praktis
- Bersegera menuju shalat dan menjawab adzan, karena setan lari saat adzan berkumandang.
- Berdoa setelah adzan sesuai tuntunan Nabi ﷺ, karena doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.
- Berusaha khusyuk dalam shalat dengan menghadirkan hati dan memahami bacaan shalat.
- Jika lupa jumlah rakaat, berpegang pada keyakinan yang paling kuat (yang diyakini benar) dan sujud sahwi, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
- Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan sebelum shalat, terutama saat takbiratul ihram.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.