Bab Menutupi Diri Seorang Mukmin
Shahih
haddatsana abdu alazizi ibnu abdi allahi, haddatsana ibrahimu ibnu sadin, ani abni akhi abni syihabin, ani abni syihabin, an salimi ibni abdi allahi, qala samitu aba hurayraha, yaqulu samitu rasula allahi yaqulu " kullu ummati muafan ila almujahirina, wainna mina almajanahi an yamala arrajulu biallayli amalan, tsumma yushbiha waqad satarahu allahu, fayaqula ya fulanu amiltu albarihaha kadza wakadza, waqad bata yasturuhu rabbuhu wayushbihu yaksyifu sitra allahi anhu ".
Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Semua umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang melakukan dosa secara terang-terangan. Contoh dari pengungkapan tersebut adalah ketika seseorang melakukan dosa di malam hari dan Allah menutupinya dari publik, kemudian ia datang di pagi hari dan berkata, 'Wahai si Fulan, aku melakukan perbuatan (jahat) seperti ini dan itu kemarin,' padahal ia telah menghabiskan malamnya dengan ditutupi oleh Tuhannya (tidak ada yang mengetahui tentang dosanya) dan di pagi hari ia mengangkat tirai Allah dari dirinya.'