Bab Silaturahmi Seorang Kakak kepada Saudaranya yang Musyrik
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana abdu alazizi ibnu muslimin, haddatsana abdu allahi ibnu dinarin, qala samitu abna umara rdh allah nhm yaqulu raa umaru hullaha siyaraa tubau faqala ya rasula allahi abta hadzihi, waalbasha yawma aljumuahi, waidza jaaka alwufudu. qala " innama yalbasu hadzihi man la khalaqa lahu ". fautiya annabiyyu minha bihulalin, faarsala ila umara bihullahin faqala kayfa albasuha waqad qulta fiha ma qulta qala " inni lam uthikaha litalbasaha, walakin tabiuha aw taksuha ". faarsala biha umaru ila akhin lahu min ahli makkaha qabla an yuslima.
Ibn Umar berkata: "Ayahku, ketika melihat jubah sutra yang dijual, berkata, 'Wahai Rasulullah! Belilah ini dan pakailah pada hari Jumat dan ketika delegasi asing datang kepadamu.' Dia berkata, 'Ini hanya dipakai oleh orang yang tidak memiliki bagian di akhirat.' Kemudian beberapa jubah sutra diberikan kepada Nabi ﷺ sebagai hadiah, dan dia mengirim salah satu jubah itu kepada Umar. Umar berkata (kepada Nabi), 'Bagaimana aku bisa memakainya sementara engkau telah berkata tentangnya apa yang engkau katakan?' Nabi ﷺ berkata, 'Aku tidak memberikannya kepadamu untuk dipakai, tetapi untuk dijual atau diberikan kepada orang lain untuk memakainya.' Maka Umar mengirimnya kepada saudaranya (yang musyrik) dari penduduk Mekah sebelum saudaranya itu memeluk Islam.'"