Bab Menyisir Rambut
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ رَجُلاً، اطَّلَعَ مِنْ جُحْرٍ فِي دَارِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَحُكُّ رَأْسَهُ بِالْمِدْرَى فَقَالَ " لَوْ عَلِمْتُ أَنَّكَ تَنْظُرُ لَطَعَنْتُ بِهَا فِي عَيْنِكَ، إِنَّمَا جُعِلَ الإِذْنُ مِنْ قِبَلِ الأَبْصَارِ ".
Sahl berkata: Seorang laki-laki mengintip ke rumah Nabi (ﷺ) melalui sebuah lubang, sementara Nabi (ﷺ) sedang menggaruk kepalanya dengan midrai (sejenis sisir). Maka Nabi (ﷺ) berkata kepadanya: "Jika saya tahu bahwa kamu sedang melihat, niscaya saya akan menusukkan alat itu ke matamu, karena meminta izin itu diwajibkan agar seseorang tidak melihat sesuatu yang haram."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
