Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, yang menyampaikan sifat Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan Nabi Musa 'alaihissalam sebagaimana disabdakan Rasulullah ﷺ. Hadits ini juga menegaskan bahwa tanda "Kafir" yang tertulis di antara kedua mata Dajjal adalah perkataan yang benar, namun Ibnu Abbas tidak mendengar langsung dari Nabi ﷺ, melainkan dari para sahabat lain. Pelajaran utamanya adalah pentingnya berhati-hati dalam menyampaikan hadits dan mengenal sifat para nabi sebagai bagian dari iman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian, Bab Jadh, no. 5913. Berikut teks haditsnya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، قَالَ كُنَّا عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ فَذَكَرُوا الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَمْ أَسْمَعْهُ قَالَ ذَاكَ وَلَكِنَّهُ قَالَ " أَمَّا إِبْرَاهِيمُ فَانْظُرُوا إِلَى صَاحِبِكُمْ، وَأَمَّا مُوسَى فَرَجُلٌ آدَمُ جَعْدٌ، عَلَى جَمَلٍ أَحْمَرَ مَخْطُومٍ بِخُلْبَةٍ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ إِذِ انْحَدَرَ فِي الْوَادِي يُلَبِّي "
Makna ringkas: Mujahid berkata, "Kami berada di sisi Ibnu Abbas, lalu mereka menyebut-nyebut Dajjal. Maka Ibnu Abbas berkata, 'Sesungguhnya (Dajjal) tertulis di antara kedua matanya: Kafir.' Dan Ibnu Abbas berkata, 'Aku tidak mendengar Nabi ﷺ mengatakan hal itu (tentang tulisan Kafir), tetapi beliau bersabda: Adapun Ibrahim, maka lihatlah kepada teman kalian (yaitu Nabi Muhammad ﷺ). Dan adapun Musa, dia adalah seorang pria berkulit cokelat, berambut keriting, menunggang unta merah yang diikat dengan tali rami, seolah-olah aku melihatnya ketika turun di lembah sambil bertalbiyah.'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 167) dari jalur lain, dengan tambahan sifat Nabi Isa 'alaihissalam.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Sifat Nabi Ibrahim 'alaihissalam
Rasulullah ﷺ bersabda, "Adapun Ibrahim, maka lihatlah kepada teman kalian" — yaitu beliau sendiri. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling mirip dengan Nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam hal penampilan dan akhlak. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa maksudnya adalah kemiripan dalam bentuk fisik dan keindahan rupa, serta kemuliaan akhlak.
2. Sifat Nabi Musa 'alaihissalam
Rasulullah ﷺ menggambarkan Nabi Musa dengan sifat-sifat fisik yang jelas:
- Adam (آدَم): berkulit cokelat kemerahan, bukan putih dan bukan hitam pekat
- Ja'd (جَعْد): berambut keriting
- Menunggang unta merah yang diikat dengan khilbah (خُلْبَة), yaitu tali dari serabut atau rambut
Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa adalah pria yang tegap dan kuat, sesuai dengan tugasnya sebagai pemimpin Bani Israil.
3. Sikap hati-hati Ibnu Abbas dalam meriwayatkan hadits
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Aku tidak mendengar Nabi ﷺ mengatakan hal itu" — maksudnya tentang tulisan "Kafir" di antara kedua mata Dajjal. Ini menunjukkan kehati-hatian para sahabat dalam menyampaikan hadits. Mereka tidak mencampuradukkan apa yang mereka dengar langsung dari Nabi ﷺ dengan apa yang mereka terima dari sahabat lain.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Ibnu Abbas memang meriwayatkan tentang tulisan "Kafir" di dahi Dajjal dari sahabat lain, dan hadits tentang hal itu shahih dari Nabi ﷺ melalui riwayat Ubadah bin Shamit, Hudzaifah, dan lainnya. Namun Ibnu Abbas ingin menegaskan bahwa ia tidak mendengarnya langsung dari Nabi ﷺ, sebagai bentuk kejujuran ilmiah.
4. Tanda Dajjal
Tulisan "Kafir" di antara kedua mata Dajjal adalah tanda nyata yang bisa dibaca oleh setiap mukmin, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya. Ini adalah salah satu tanda kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena berita tentang hal ini tidak mungkin diketahui kecuali melalui wahyu.
5. Hikmah talbiyah Nabi Musa
Rasulullah ﷺ menggambarkan Nabi Musa sedang bertalbiyah saat turun di lembah. Ini menunjukkan bahwa para nabi terdahulu juga melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan cara yang sama seperti yang diajarkan kepada umat Islam. Talbiyah adalah syiar tauhid yang diwariskan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Mujahid bin Jabr rahimahullah — salah seorang tabi'in terkemuka dan murid setia Ibnu Abbas — sering duduk di majelis ilmu Ibnu Abbas. Suatu hari, saat mereka membicarakan tentang Dajjal dan fitnahnya di akhir zaman, Ibnu Abbas dengan rendah hati menyampaikan apa yang ia ketahui. Ia tidak merasa malu untuk mengatakan, "Aku tidak mendengar Nabi ﷺ mengatakan hal itu," meskipun ia adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Ini adalah pelajaran besar tentang adab dalam menuntut ilmu: seorang alim tidak boleh mencampuradukkan sumber riwayatnya. Ibnu Abbas mengajarkan kepada kita untuk jujur dalam menyampaikan ilmu, tidak menambah-nambahkan, dan tidak mengaku mendengar sesuatu yang tidak ia dengar. Sikap inilah yang membuat para ulama Ahlus Sunnah sangat menjaga sanad dan keaslian hadits.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah tanda-tanda Dajjal yang disebutkan dalam hadits shahih, termasuk tulisan "Kafir" di antara kedua matanya, sebagai bagian dari iman kepada hal-hal ghaib.
- Cintailah para nabi dengan mengenal sifat-sifat mereka, karena mengenal mereka akan menambah kecintaan kita kepada Allah dan rasul-Nya.
- Jadilah pribadi yang jujur dan hati-hati dalam menyampaikan ilmu, sebagaimana sikap Ibnu Abbas yang membedakan antara yang ia dengar langsung dan yang ia terima dari sahabat lain.
- Amalkan sunnah talbiyah saat berhaji dan berumrah, karena itu adalah syiar para nabi sejak dahulu.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.