Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita tiga hal penting: pertama, kesadaran Nabi ﷺ yang sangat tinggi terhadap kejadian-kejadian penting, bahkan di tengah malam. Kedua, perhatian beliau yang besar terhadap kondisi kaum muslimin, terutama para wanita yang sedang beribadah. Ketiga, sebuah peringatan keras tentang bahaya dunia: banyak orang yang di dunia ini diberi kenikmatan berupa pakaian bagus dan mewah, namun karena tidak mensyukuri dan tidak menggunakannya dengan benar, mereka akan telanjang (tanpa kebaikan) di hari kiamat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian, Bab "Apa yang Dikenakan Nabi ﷺ dalam Pakaian dan Permadani", nomor 5844. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Jannah, Bab "Sifat Neraka dan Penduduknya" (no. 2740), dari jalur periwayatan yang sama.
Teks Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَتْنِي هِنْدُ بِنْتُ الْحَارِثِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتِ اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ ﷺ مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ يَقُولُ " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتْنَةِ، مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ، مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ، كَمْ مِنْ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ " . قَالَ الزُّهْرِيُّ وَكَانَتْ هِنْدٌ لَهَا أَزْرَارٌ فِي كُمَّيْهَا بَيْنَ أَصَابِعِهَا.
Terjemahan: Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Nabi ﷺ terbangun dari tidurnya di malam hari sambil bersabda: 'Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. Betapa banyak fitnah (cobaan) yang diturunkan pada malam ini, dan betapa banyak perbendaharaan (harta) yang diturunkan (dibuka). Siapa yang akan membangunkan para wanita penghuni kamar-kamar (untuk shalat)? Betapa banyak wanita yang berpakaian di dunia namun telanjang pada hari kiamat.'"
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Ahzab [33]: 33
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj (berdandan/berpakaian) seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu..."
Ayat ini menunjukkan perintah kepada para wanita untuk menjaga diri dan tidak menampakkan perhiasan secara berlebihan, yang merupakan salah satu makna dari sabda Nabi ﷺ tentang "wanita yang berpakaian namun telanjang."
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran besar yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan Zikir dan Tauhid di Tengah Malam
Nabi ﷺ memulai ucapannya dengan kalimat tauhid, "Laa ilaaha illallah" (Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah). Ini menunjukkan bahwa di saat terjadi peristiwa besar atau kegelisahan, seorang mukmin hendaknya kembali kepada Allah dan mengingat-Nya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kalimat ini adalah kalimat yang paling utama dan menjadi kunci keselamatan. Ini juga mengajarkan kita untuk selalu memulai segala sesuatu dengan zikir kepada Allah.
2. Makna "Fitnah yang Diturunkan" dan "Perbendaharaan yang Dibuka"
Para ulama berbeda pendapat tentang maksud "fitnah" dan "khaza'in" (perbendaharaan) yang dimaksud. Sebagian ulama, seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar, menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi ketika Nabi ﷺ mendengar kabar tentang terbunuhnya para penghafal Al-Qur'an di Bi'r Ma'unah, atau ketika turun wahyu tentang peristiwa tertentu. Namun yang lebih penting adalah pelajaran bahwa fitnah dan ujian bisa datang kapan saja, dan harta kekayaan bisa menjadi ujian yang menyesatkan jika tidak digunakan dengan benar.
3. Perhatian Nabi ﷺ kepada Para Wanita yang Beribadah
Sabda beliau, "Siapa yang akan membangunkan para wanita penghuni kamar-kamar?" menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ kepada kaum wanita, terutama istri-istri beliau dan para wanita mukminat, agar mereka tidak melewatkan shalat malam dan ibadah di waktu yang penuh berkah ini. Ini juga menunjukkan bahwa seorang pemimpin atau kepala keluarga hendaknya memperhatikan ibadah keluarganya, bukan hanya dirinya sendiri.
4. Peringatan tentang "Wanita Berpakaian Namun Telanjang"
Ini adalah bagian yang paling sering disalahpahami. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah wanita yang memakai pakaian namun tidak menutup auratnya dengan benar, atau memakai pakaian yang tipis/transparan sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya, atau pakaian yang ketat, atau pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian orang kafir. Mereka ini di dunia terlihat berpakaian, tetapi di akhirat mereka dianggap telanjang karena pakaian mereka tidak memenuhi syarat syar'i.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menambahkan bahwa makna ini juga mencakup wanita yang berpakaian tetapi tidak mensyukuri nikmat pakaian tersebut, atau menggunakan pakaian untuk bermegah-megahan dan menarik perhatian lawan jenis, sehingga pakaiannya menjadi sumber dosa baginya.
5. Kisah Hindun binti al-Harits
Di akhir hadits, Imam Az-Zuhri menyebutkan bahwa Hindun (perawi dari Ummu Salamah) memiliki kancing-kancing di lengan bajunya. Ini menunjukkan bahwa para wanita salaf sangat memperhatikan cara berpakaian yang benar dan rapi, bahkan dalam hal detail seperti kancing baju, agar tidak ada bagian tubuh yang terbuka. Ini adalah contoh praktis dari pemahaman mereka terhadap hadits ini.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu malam, Nabi ﷺ terbangun dari tidurnya dengan perasaan cemas. Beliau melihat ada peristiwa besar yang sedang terjadi. Beliau bersabda: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. Betapa banyak fitnah yang diturunkan malam ini..." Beliau lalu meminta agar para istrinya dibangunkan untuk shalat malam.
Perhatikanlah, wahai saudaraku! Di saat dunia sedang berguncang dengan fitnah dan ujian, Nabi ﷺ tidak menyuruh umatnya untuk panik atau berlari mencari perlindungan kepada makhluk. Beliau justru mengajak mereka kembali kepada Allah melalui shalat dan zikir. Ini adalah obat yang paling mujarab untuk menghadapi segala kegelisahan dan ketakutan.
Kemudian beliau mengingatkan tentang bahaya pakaian yang tidak menutup aurat. Ini adalah peringatan yang sangat relevan di zaman kita, di mana banyak wanita muslimah yang memakai pakaian tetapi tidak memenuhi syarat-syarat syar'i. Semoga Allah melindungi kita semua.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak zikir dan istighfar, terutama di waktu malam dan saat merasa gelisah. Mulailah dengan kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah".
- Perhatikan ibadah keluarga, jangan hanya sibuk dengan ibadah sendiri. Bangunkan istri, anak, dan keluarga untuk shalat malam dan ketaatan.
- Jaga adab berpakaian, terutama bagi kaum wanita. Pakaian harus menutup aurat dengan sempurna: tidak tipis, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau orang kafir.
- Jangan tertipu oleh dunia, karena banyak orang yang diberi kenikmatan di dunia namun celaka di akhirat karena tidak mensyukuri dan menyalahgunakan nikmat tersebut.
- Jadilah pribadi yang peka terhadap kondisi sekitar, seperti Nabi ﷺ yang peka terhadap kondisi umatnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.