Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5743 tentang Ruqyah dan doa kesembuhan dari Nabi ﷺ

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan doa ruqyah yang diajarkan Nabi ﷺ untuk kesembuhan. Beliau mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan sambil membaca doa yang memohon kesembuhan hanya dari Allah. Doa ini mengajarkan kita untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah sebagai satu-satunya pemberi kesembuhan, sambil tetap berikhtiar dengan cara-cara yang syar'i.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

QS. Asy-Syu'ara' [26]: 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku."

QS. Al-Isra' [17]: 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Hadits terkait:

Hadits riwayat Al-Bukhari no. 5743 dari Aisyah radhiyallahu 'anha, sebagaimana disebutkan di atas.

Penjelasan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (10/206) menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya yang mampu menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan. Beliau juga menekankan bahwa mengusap dengan tangan kanan adalah bentuk adab dan penghormatan.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hlm. 268) menyebutkan bahwa doa ini dianjurkan dibaca ketika meruqyah orang sakit, baik dengan mengusap maupun tanpa mengusap.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (8/278) menjelaskan bahwa ruqyah dengan doa-doa dari Al-Qur'an dan hadits adalah sunnah yang dianjurkan, dan tidak boleh mencampurkannya dengan syirik atau perkara yang tidak jelas asalnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Ath-Thibb (Kedokteran), bab Ruqyah Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa ruqyah adalah bagian dari pengobatan yang diajarkan Islam.

Makna doa dalam hadits:

  1. "Allahumma Rabban Nas" (Ya Allah, Tuhan manusia) – Mengakui bahwa Allah adalah Pemilik dan Pengatur seluruh manusia.
  2. "Adzhibil ba'sa" (Hilangkanlah penyakit ini) – Permohonan agar Allah menghilangkan rasa sakit dan penyakit.
  3. "Ishfihi wa Antasy Syafi" (Sembuhkanlah, Engkaulah yang menyembuhkan) – Pengakuan bahwa hanya Allah yang memberi kesembuhan.
  4. "La syifa'a illa syifa'uka" (Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu) – Penegasan bahwa segala ikhtiar pengobatan hanyalah wasilah, bukan penyebab utama.
  5. "Syifa'an la yughadiru saqaman" (Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit) – Permohonan kesembuhan total tanpa sisa penyakit.

Praktik Nabi ﷺ:

  • Beliau mengusap dengan tangan kanan, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa beliau mengusap bagian yang sakit.
  • Ini mengajarkan adab: menggunakan tangan kanan untuk hal-hal yang baik.
  • Doa dibaca dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.

Pandangan ulama tentang ruqyah:

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (4/170) menjelaskan bahwa ruqyah yang disyariatkan adalah yang bersumber dari Al-Qur'an, hadits, dan doa-doa yang ma'tsur. Beliau juga menekankan pentingnya keyakinan bahwa kesembuhan datang dari Allah, bukan dari bacaan atau media yang digunakan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (5/234) menegaskan bahwa ruqyah boleh dilakukan untuk diri sendiri maupun orang lain, asalkan dengan bacaan yang syar'i dan tidak mengandung kesyirikan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Apabila ada salah seorang dari kami yang mengeluh sakit, Nabi ﷺ mengusapnya dengan tangan kanannya lalu membaca doa ini." (HR. Muslim no. 2191)

Dari kisah ini, kita belajar bahwa Nabi ﷺ sangat perhatian terhadap keluarganya. Beliau tidak hanya mendoakan, tetapi juga mengusap dengan penuh kasih sayang. Ini mengajarkan kita untuk peduli terhadap orang sakit dengan cara yang lembut dan penuh cinta.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha juga mengamalkan doa ini untuk orang lain, sebagaimana diajarkan oleh Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa ruqyah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang membutuhkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan doa ini ketika meruqyah diri sendiri atau orang lain yang sakit.
  2. Gunakan tangan kanan saat mengusap bagian yang sakit sebagai bentuk adab.
  3. Yakinlah bahwa kesembuhan hanya dari Allah, sambil tetap berikhtiar dengan pengobatan medis yang halal.
  4. Jangan mencampur ruqyah dengan perkara syirik seperti jimat, dukun, atau bacaan yang tidak jelas.
  5. Ajarkan doa ini kepada keluarga agar mereka bisa mengamalkannya saat sakit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.