Penjelasan Hadits Bukhari No. 5677 tentang Doa Nabi agar Madinah sehat dan berkah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan saat Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, Abu Bakr dan Bilal radhiyallahu 'anhuma jatuh sakit demam karena perubahan iklim. Mereka melantunkan syair kerinduan kepada Mekah. Aisyah radhiyallahu 'anha melaporkan hal ini kepada Nabi ﷺ, lalu beliau berdoa memohon agar Madinah dicintai melebihi Mekah, diberkahi takarannya, dan penyakit demamnya dipindahkan ke Al-Juhfa. Pelajaran utamanya: boleh mengeluh sakit kepada orang terdekat, dan doa adalah senjata utama menghadapi wabah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Penyakit, Bab Siapa yang Berdoa untuk Mengangkat Wabah dan Demam (no. 5677), dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema doa dan perlindungan dari wabah, di antaranya firman Allah:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

QS. Asy-Syu'ara' [26]: 80

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku."

Juga firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

QS. Ghafir [40]: 60

"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berdoa memohon diangkatnya wabah dan penyakit dari suatu negeri, dan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa yang mencakup kebaikan agama dan dunia. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa doa memindahkan penyakit dari suatu tempat ke tempat lain adalah bagian dari tawakal dan permohonan kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Bolehnya mengeluh sakit kepada orang lain. Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Abu Bakr dan Bilal tentang keadaan mereka. Ini menunjukkan bahwa menceritakan rasa sakit kepada keluarga atau orang terdekat bukanlah larangan, selama tidak disertai keluhan yang menunjukkan ketidaksabaran kepada Allah. Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mengadukan sakit kepada manusia hukumnya boleh, sedangkan mengadukan kepada Allah adalah bentuk ibadah.

Kedua: Syair Abu Bakr dan Bilal menunjukkan kerinduan kepada Mekah. Abu Bakr radhiyallahu 'anhu berkata: "Setiap orang tinggal bersama keluarganya, tetapi kematian lebih dekat kepadanya daripada tali sepatunya." Ini adalah ungkapan kesadaran akan kefanaan dunia. Sedangkan Bilal radhiyallahu 'anhu melantunkan syair kerinduan kepada lembah Mekah, air Majinna, dan gunung Shama serta Tafil. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa syair ini menunjukkan cinta seseorang kepada tanah kelahirannya adalah fitrah manusia.

Ketiga: Doa Nabi ﷺ yang mencakup lima permohonan. Nabi ﷺ berdoa:

  1. Agar Madinah dicintai seperti atau melebihi cinta kepada Mekah
  2. Agar Madinah menjadi kota yang sehat
  3. Agar Sa' dan Mudd (takaran makanan) diberkahi
  4. Agar demam dipindahkan dari Madinah
  5. Agar demam diletakkan di Al-Juhfa (sebuah tempat antara Mekah dan Madinah)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan bolehnya memohon perpindahan penyakit dari suatu tempat ke tempat lain, dan bahwa Nabi ﷺ memilih Al-Juhfa karena tempat itu jauh dari kaum muslimin saat itu. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa doa adalah sebab terbesar diangkatnya bala, dan Allah Maha Kuasa memindahkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain.

Keempat: Perbedaan pendapat tentang hukum memindahkan penyakit. Sebagian ulama seperti Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa doa ini khusus untuk Nabi ﷺ dan tidak boleh ditiru secara persis, karena beliau memiliki keistimewaan dalam doanya. Namun Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyatakan bahwa secara umum boleh berdoa memohon kesembuhan dan perlindungan dari wabah, dengan adab tidak meminta penyakit berpindah ke tempat lain yang berpenduduk. Pendapat yang paling kuat adalah doa memohon kesembuhan dan perlindungan dari wabah adalah sunnah, sedangkan meminta penyakit berpindah ke tempat lain sebaiknya dihindari kecuali dalam kondisi darurat.

Story Telling

Dikisahkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa ketika Rasulullah ﷺ dan para sahabat hijrah ke Madinah, udara Madinah tidak cocok bagi banyak dari mereka. Abu Bakr dan Bilal radhiyallahu 'anhuma termasuk yang paling parah terkena demam. Aisyah masuk menjenguk mereka dan mendengar Abu Bakr mengucapkan syair kesadaran akan kematian, sementara Bilal melantunkan syair kerinduan kepada Mekah. Aisyah lalu melaporkan hal ini kepada Nabi ﷺ. Mendengar itu, Nabi ﷺ tidak menegur mereka, tetapi mengangkat tangan dan berdoa dengan doa yang penuh hikmah: memohon cinta kepada Madinah, kesehatan, keberkahan rezeki, dan pemindahan demam. Doa ini kemudian dikabulkan Allah, dan Madinah menjadi kota yang dicintai para sahabat melebihi Mekah. Kisah ini diriwayatkan secara global dalam Shahih Al-Bukhari dan dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

Kesimpulan Praktis

  1. Boleh mengeluh sakit kepada keluarga atau orang terdekat, selama tidak disertai ketidaksabaran kepada Allah.
  2. Doa adalah senjata utama menghadapi wabah dan penyakit, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
  3. Cinta tanah air adalah fitrah, dan boleh diungkapkan selama tidak melanggar syariat.
  4. Berdoalah memohon keberkahan negeri, kesehatan, dan rezeki, sebagaimana doa Nabi ﷺ untuk Madinah.
  5. Hindari meminta penyakit berpindah ke tempat lain yang berpenduduk, karena itu bukan adab doa yang diajarkan secara umum.
  6. Bertawakallah kepada Allah sambil berusaha berobat dan berdoa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?