Penjelasan Hadits Bukhari No. 5670 tentang Mengusap kepala anak sakit dan mendoakannya

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang berlaku.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu dibawa oleh bibinya kepada Nabi ﷺ karena sakit. Nabi ﷺ mengusap kepalanya, mendoakan keberkahan, dan beliau berwudhu. As-Sa'ib meminum sisa air wudhu beliau dan melihat tanda kenabian di antara kedua bahu beliau. Hadits ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ, keberkahan air wudhu beliau, dan bukti kenabian yang nyata.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Penyakit, Bab tentang siapa yang membawa anak sakit untuk didoakan, nomor 5670. Perawinya adalah As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu.

Karena ini hadits tentang perbuatan Nabi ﷺ (fi'liyah) dan bukan ayat Al-Qur'an, maka tidak ada teks ayat yang perlu disebutkan. Namun, maknanya didukung oleh ayat tentang keberkahan Nabi ﷺ dan syafaat beliau, misalnya:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Hadits ini juga dikuatkan oleh riwayat lain tentang Khatam An-Nubuwwa (Cincin Kenabian) yang disebutkan dalam kitab-kitab shahih, seperti Shahih Muslim dan Shahih Al-Bukhari dari beberapa sahabat, di antaranya Jabir bin Samurah dan As-Sa'ib bin Yazid sendiri.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Khatam An-Nubuwwa adalah tanda kenabian berupa daging atau tahi lalat di antara kedua bahu Nabi ﷺ, yang menjadi bukti kebenaran kenabian beliau. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits ini dan menyebutkan bahwa para ulama memahami bahwa tanda tersebut adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak: Nabi ﷺ mengusap kepala As-Sa'ib dan mendoakannya. Ini menunjukkan bahwa beliau sangat lembut dan perhatian kepada anak-anak. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mengusap kepala anak dengan kasih sayang adalah sunnah yang dianjurkan, terutama ketika mendoakan mereka.
  2. Keberkahan air wudhu Nabi ﷺ: As-Sa'ib meminum sisa air wudhu beliau. Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa ini menunjukkan keberkahan (tabarruk) dengan bekas air wudhu Nabi ﷺ. Namun, perlu dicatat bahwa tabarruk dengan bekas Nabi ﷺ adalah khusus untuk beliau, dan tidak boleh dilakukan pada selain beliau. Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama lainnya menegaskan bahwa tabarruk hanya boleh dengan Nabi ﷺ, bukan dengan orang lain.
  3. Khatam An-Nubuwwa: As-Sa'ib melihat tanda kenabian di antara kedua bahu Nabi ﷺ. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa tanda ini adalah salah satu bukti kenabian yang nyata. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tanda ini seperti kancing tenda, dan merupakan salah satu mukjizat yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  4. Doa Nabi ﷺ untuk keberkahan: Nabi ﷺ mendoakan As-Sa'ib dengan keberkahan. Ini menunjukkan bahwa doa beliau mustajab, dan kita dianjurkan untuk meminta doa kepada orang shalih, terutama kepada Nabi ﷺ (meskipun beliau telah wafat, doa beliau tetap hidup dalam syariat).

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Tidak ada perbedaan yang signifikan tentang makna hadits ini. Semua ulama sepakat bahwa ini adalah bukti kenabian dan kasih sayang Nabi ﷺ. Yang perlu diperhatikan adalah tentang tabarruk: Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibn Taymiyyah menegaskan bahwa tabarruk dengan bekas Nabi ﷺ adalah khusus untuk beliau, dan tidak boleh dilakukan pada selain beliau. Ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan dalil.

Story Telling

Dikisahkan bahwa As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu, yang saat itu masih kecil, dibawa oleh bibinya kepada Rasulullah ﷺ. Bibinya berkata, "Wahai Rasulullah, keponakanku sakit." Maka Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang mengusap kepala As-Sa'ib dengan tangan beliau yang mulia, dan mendoakannya agar diberkahi. Setelah itu, Nabi ﷺ berwudhu, dan As-Sa'ib meminum sisa air wudhu beliau. Kemudian As-Sa'ib berdiri di belakang beliau dan melihat tanda kenabian di antara kedua bahu beliau, seperti kancing tenda. Kisah ini menunjukkan betapa besar keberkahan yang ada pada diri Nabi ﷺ, dan betapa beliau sangat menyayangi anak-anak. (Sumber: Shahih Al-Bukhari dan Fathul Bari)

Kesimpulan Praktis

  1. Mendoakan anak yang sakit: Dianjurkan untuk membawa anak yang sakit kepada orang shalih untuk didoakan, dan mengusap kepalanya dengan kasih sayang.
  2. Tabarruk hanya untuk Nabi ﷺ: Kita tidak boleh bertabarruk dengan bekas air wudhu orang lain, karena itu khusus untuk Nabi ﷺ.
  3. Mengimani tanda kenabian: Khatam An-Nubuwwa adalah bukti kenabian yang harus kita imani.
  4. Meminta doa kepada orang shalih: Dianjurkan meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup, sebagaimana bibinya meminta doa kepada Nabi ﷺ.
  5. Mencintai Nabi ﷺ: Kita harus mencintai Nabi ﷺ dan mengikuti sunnah beliau, termasuk dalam hal kasih sayang kepada anak-anak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?