Bab Al-Badhaq dan Siapa yang Melarang Segala Minuman yang Memabukkan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الْجُوَيْرِيَةِ، قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنِ الْبَاذَقِ،. فَقَالَ سَبَقَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم الْبَاذَقَ، فَمَا أَسْكَرَ فَهْوَ حَرَامٌ. قَالَ الشَّرَابُ الْحَلاَلُ الطَّيِّبُ. قَالَ لَيْسَ بَعْدَ الْحَلاَلِ الطَّيِّبِ إِلاَّ الْحَرَامُ الْخَبِيثُ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khatir, telah mengabarkan kepada kami Sufyan, dari Abu Al-Juwairiyya, ia berkata: Saya bertanya kepada Ibn Abbas tentang Al-Badhaq. Ia berkata, 'Muhammad melarang minuman beralkohol sebelum itu disebut Al-Badhaq (dengan mengatakan), 'Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.' Saya berkata, 'Bagaimana dengan minuman yang halal dan baik?' Ia berkata, 'Selain dari yang halal dan baik, semua hal lainnya adalah haram dan tidak baik (kotor Al-Khabith).'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
