Bab Apa yang Dikatakan Tentang Perburuan
Shahih
haddatsana ismailu, qala haddatsani malikun, an abi annadhri, mawla umara ibni ubaydi allahi an nafiin, mawla abi qatadaha an abi qatadaha, annahu kana maa rasuli allahi hatta idza kana bibadhi thariqi makkaha takhallafa maa ashhabin lahu muhrimina, wahwa ghayru muhrimin, faraa himaran wahsyiyyan, fastawa ala farasihi, tsumma saala ashhabahu an yunawiluhu sawthan, faabaw fasaalahum rumhahu faabaw faakhadzahu tsumma syadda ala alhimari, faqatalahu faakala minhu badhu ashhabi rasuli allahi waaba badhuhum, falamma adraku rasula allahi saaluhu an dzalika faqala " innama hiya thumahun athamakumuha allahu ".
Dari Abu Qatadah: bahwa sekali waktu dia bersama Rasulullah (ﷺ) dalam perjalanan menuju Mekkah. Ketika dia telah menempuh sebagian jalan menuju Mekkah, dia dan beberapa temannya yang dalam keadaan ihram tertinggal dari Nabi, sedangkan Abu Qatadah sendiri tidak dalam keadaan ihram. Abu Qatadah melihat seekor keledai liar, lalu dia menaiki kudanya dan meminta kepada teman-temannya untuk memberinya cambuk, tetapi mereka menolak. Dia kemudian meminta kepada mereka untuk memberinya tombak, tetapi mereka juga menolak. Lalu dia mengambilnya sendiri dan menyerang keledai itu dan membunuhnya. Beberapa sahabat Rasulullah ﷺ memakan sebagian darinya, tetapi beberapa yang lain menolak untuk memakannya. Ketika mereka bertemu dengan Rasulullah, mereka bertanya kepada beliau tentang hal itu. Beliau bersabda, "Itu adalah makanan yang diberikan kepada kalian oleh Allah."