Bab Perkataan Allah Ta'ala
Shahih
haddatsani abdu allahi ibnu muhammadin, haddatsana yaqubu ibnu ibrahima, qala haddatsani abi, an shalihin, ani abni syihabin, anna anasan, qala ana alamu annasi, bialhijabi kana ubau ibnu kabin yasaluni anhu, ashbaha rasulu allahi arusan bizaynaba abnahi jahsyin wakana tazawwajaha bialmadinahi, fadaa annasa liltthaami bada artifai annahari, fajalasa rasulu allahi wajalasa maahu rijalun bada ma qama alqawmu, hatta qama rasulu allahi famasya wamasyaytu maahu, hatta balagha bb hujrahi aisyaha, tsumma zhanna annahum kharaju farajatu maahu, faidza hum julusun makanahum, farajaa warajatu maahu attsaniyaha, hatta balagha bb hujrahi aisyaha farajaa warajatu maahu, faidza hum qamu, fadharaba bayni wabaynahu sitran, waunzila alhijabu.
Anas berkata: "Saya lebih tahu tentang hijab (perintah menutup aurat wanita) daripada siapa pun. Ubaid bin Ka'ab sering bertanya kepada saya tentang hal itu. Rasulullah ﷺ menjadi pengantin Zainab binti Jahsy yang dinikahinya di Madinah. Setelah matahari tinggi di langit, Nabi ﷺ mengundang orang-orang untuk makan. Rasulullah tetap duduk dan beberapa orang tetap duduk bersamanya setelah tamu yang lain pergi. Kemudian Rasulullah ﷺ berdiri dan pergi, dan saya juga mengikutinya sampai dia mencapai pintu kamar Aisyah. Kemudian dia mengira bahwa orang-orang pasti telah meninggalkan tempat itu, jadi dia kembali dan saya juga kembali bersamanya. Ternyata, orang-orang masih duduk di tempat mereka. Maka dia kembali lagi untuk kedua kalinya, dan saya juga pergi bersamanya. Ketika kami mencapai pintu kamar Aisyah, dia kembali dan saya juga kembali bersamanya untuk melihat bahwa orang-orang telah pergi. Lalu Nabi ﷺ menggantungkan tirai antara saya dan dia dan ayat mengenai perintah (menutup aurat wanita) hijab diturunkan.