Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa talbina (bubur dari tepung gandum atau dedak yang dimasak dengan susu atau air) memiliki manfaat fisik dan spiritual: menenangkan hati orang sakit dan mengurangi kesedihan. Aisyah radhiyallahu ‘anha mempraktikkannya dengan menyajikan talbina kepada keluarga yang sedang berduka sebagai bentuk penghiburan dan perawatan. Ini menunjukkan sunnah dalam merawat orang sakit dan orang yang bersedih dengan makanan yang bermanfaat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an:
QS. An-Nahl [16]: 69
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan makanan dan minuman yang mengandung kesembuhan, termasuk talbina yang disebut dalam hadits sebagai penenang hati.
Hadits:
Hadits riwayat Bukhari (5417) dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Talbina menenangkan hati orang yang sakit dan mengurangi sebagian kesedihannya.”
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (kitab syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa talbina adalah bubur yang terbuat dari tepung gandum atau dedak, dimasak dengan susu atau air, dan sering disebut sebagai “majammah” (penenang) karena sifatnya yang ringan di perut dan memberi kekuatan. Beliau juga menukil pendapat Imam an-Nawawi yang mengatakan bahwa talbina bermanfaat untuk menguatkan tubuh dan menenangkan jiwa.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma’ad menjelaskan bahwa talbina termasuk makanan yang dianjurkan untuk orang sakit karena mudah dicerna dan mengandung nutrisi yang baik. Beliau juga menyebut bahwa talbina dapat mengurangi kesedihan karena efeknya yang menenangkan sistem saraf.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ, yang menceritakan kebiasaannya saat ada kerabat yang meninggal. Setelah para wanita berkumpul dan bubar, Aisyah memerintahkan memasak talbina, lalu menuangkannya ke atas tharid (roti yang direndam kuah daging), dan mengajak para wanita yang masih tinggal untuk memakannya. Ia menyebut sabda Nabi ﷺ bahwa talbina “majammah li fu’ad al-maridh” (menenangkan hati orang sakit) dan “tadzhabu bi ba’dh al-huzn” (menghilangkan sebagian kesedihan).
Makna “majammah” menurut para ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa “majammah” berarti sesuatu yang mengumpulkan kekuatan dan menenangkan hati. Talbina bekerja seperti “jamm” (kumpul) karena ia mengembalikan energi dan ketenangan.
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa talbina memiliki sifat ringan dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk orang sakit yang lemah pencernaannya. Ia juga menyebut bahwa talbina mengandung zat yang menenangkan saraf, sehingga mengurangi kesedihan.
Praktik Aisyah radhiyallahu ‘anha:
Aisyah tidak hanya menyajikan talbina untuk orang sakit, tetapi juga untuk keluarga yang berduka. Ini menunjukkan bahwa talbina bermanfaat untuk kondisi fisik dan emosional. Ia menyajikannya dengan tharid (roti dan daging) agar lebih mengenyangkan dan bergizi.
Hikmah dari hadits:
- Perawatan holistik: Islam mengajarkan perawatan yang mencakup fisik dan jiwa. Talbina adalah contoh makanan yang menyehatkan tubuh dan menenangkan hati.
- Sunnah dalam berduka: Memberi makanan yang bermanfaat kepada keluarga yang berduka adalah bentuk ta’ziyah (penghiburan) yang dianjurkan. Ini lebih baik daripada hanya ucapan belasungkawa tanpa tindakan nyata.
- Ilmu kedokteran Nabi: Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki pengetahuan tentang manfaat makanan tertentu, yang kemudian dibuktikan oleh ilmu modern bahwa gandum dan susu mengandung triptofan yang membantu produksi serotonin (hormon bahagia).
Story Telling
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ketika Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu sakit di Mekah, Nabi ﷺ menjenguknya dan mendoakannya. Dalam riwayat lain, ketika para sahabat sakit, Nabi ﷺ sering menganjurkan mereka untuk mengonsumsi talbina atau makanan ringan yang bergizi. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan doa, tetapi juga tindakan nyata dalam merawat orang sakit.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan penghiburan. Talbina adalah warisan sunnah yang mudah dibuat dan bermanfaat.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan sunnah talbina: Buatlah talbina untuk orang sakit atau yang sedang bersedih sebagai bentuk perawatan dan penghiburan.
- Gabungkan dengan doa: Selain memberi talbina, doakan kesembuhan dan ketenangan bagi mereka.
- Jadikan makanan sehat: Talbina bisa menjadi menu sarapan atau makanan ringan yang bergizi untuk keluarga.
- Ajarkan kepada orang lain: Sebarkan manfaat talbina sebagai sunnah yang mudah diamalkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.