Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu mukjizat terbesar Nabi ﷺ. Isinya tentang keluarnya beliau ﷺ untuk shalat Zhuhur di awal waktu (saat matahari condong), kemudian menyampaikan kabar besar tentang hari kiamat, membuka pintu pertanyaan, dan diakhiri dengan kabar bahwa surga dan neraka diperlihatkan kepadanya. Hadits ini mengajarkan kita tentang keutamaan shalat di awal waktu, adab bertanya kepada ulama, sikap ridha terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad ﷺ, serta keagungan hari kiamat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Waktu Shalat, Bab Waktu Zhuhur Ketika Matahari Condong, no. 540, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Ayat Al-Qur'an yang relevan dengan kandungan hadits ini tentang hari kiamat:
QS. Al-Hajj [22]: 1
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan hari kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar."
Ayat ini dikuatkan oleh perkataan Nabi ﷺ dalam hadits di atas: "Lalu beliau menyebutkan tentang hari kiamat dan menyebutkan bahwa di dalamnya ada perkara-perkara yang besar." Ini menunjukkan bahwa hari kiamat adalah perkara yang sangat agung dan dahsyat, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Waktu Zhuhur dan Kesunnahan Shalat di Awal Waktu
Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam bab "Waktu Zhuhur Ketika Matahari Condong" untuk menunjukkan bahwa shalat Zhuhur disunnahkan di awal waktunya, yaitu ketika matahari mulai condong ke barat (zawal). Ini adalah pemahaman yang diambil langsung dari perbuatan Nabi ﷺ yang keluar dan shalat Zhuhur saat matahari telah condong.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa shalat di awal waktu adalah lebih utama, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan kesegeraan Nabi ﷺ dalam shalat Zhuhur di awal waktu. Namun jika cuaca sangat panas, disunnahkan menunda hingga agak sejuk (isbirar), sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Apabila panas sangat menyengat, maka tundalah shalat sampai cuaca agak sejuk." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
2. Keagungan Hari Kiamat dan Perintah Bertakwa
Ketika Nabi ﷺ berdiri di mimbar dan menyebutkan hari kiamat, beliau mengingatkan umatnya tentang perkara-perkara besar yang akan terjadi. Ini sejalan dengan firman Allah yang menyebut kiamat sebagai perkara yang sangat besar. Para ulama seperti Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia hendaknya mempersiapkan diri menghadapi hari tersebut dengan amal shalih dan takwa.
3. Adab Bertanya dan Sikap Umar bin Khaththab
Ketika Nabi ﷺ membuka pintu pertanyaan, banyak orang menangis karena takut dan kagum. Kemudian Abdullah bin Hudzafah bertanya tentang ayahnya, dan Nabi ﷺ menjawab dengan jujur. Setelah itu, Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berlutut dan berkata: "Kami ridha kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi kami." Sikap Umar ini menunjukkan adab yang agung: ketika ada hal yang bisa menimbulkan fitnah atau pertanyaan yang tidak bermanfaat, maka lebih baik menghentikan dan menyatakan keridhaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa sikap Umar ini adalah bentuk adab dan kecerdasan, karena ia khawatir jika pertanyaan terus berlanjut akan turun hukum yang memberatkan umat. Maka ia menghentikan dengan pernyataan ridha.
4. Mukjizat Nabi ﷺ: Diperlihatkan Surga dan Neraka
Di akhir hadits, Nabi ﷺ bersabda bahwa surga dan neraka diperlihatkan kepadanya di dinding masjid. Ini adalah mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah dan kedudukan Nabi ﷺ. Beliau melihat keduanya secara langsung, dan ini menjadi peringatan bagi umatnya tentang balasan kebaikan dan keburukan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa dekatnya hari akhir dan betapa nyatanya surga dan neraka. Maka seorang mukmin hendaknya selalu beramal untuk meraih surga dan menjauhi neraka.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menyampaikan hal ini, para sahabat menangis karena takut dan haru. Mereka menyadari bahwa Nabi ﷺ akan segera meninggalkan mereka, dan bahwa hari kiamat adalah perkara yang pasti. Namun Umar bin Khaththab dengan kecerdasannya menghentikan pertanyaan yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan pernyataan ridha. Sikap Umar ini menjadi teladan bagi kita: ketika ada hal yang bisa menimbulkan kebingungan atau fitnah, maka kembalilah kepada prinsip dasar iman, yaitu ridha kepada Allah, Islam, dan Rasul-Nya.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dari jalur Az-Zuhri dari Anas bin Malik, dan Az-Zuhri adalah salah satu ulama besar tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Ini menunjukkan kekuatan sanad hadits ini.
Kesimpulan Praktis
- Segera shalat di awal waktu ketika telah masuk waktunya, kecuali ada udzur seperti panas yang menyengat.
- Bertakwa dan mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat dengan memperbanyak amal shalih.
- Menjaga adab bertanya — bertanyalah tentang hal yang bermanfaat, dan jangan memaksakan pertanyaan yang bisa menimbulkan fitnah atau kebingungan.
- Meneladani sikap Umar bin Khaththab — ridha kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabi adalah kunci ketenangan hati.
- Meyakini mukjizat Nabi ﷺ dan menjadikan kabar tentang surga dan neraka sebagai motivasi untuk beramal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.