Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5376 tentang Adab makan: bismillah, tangan kanan, ambil yang terdekat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan sarat dengan bimbingan Nabi ﷺ dalam adab makan. Intinya, Rasulullah ﷺ mengajarkan tiga hal penting kepada seorang anak kecil: membaca basmalah (menyebut nama Allah) sebelum makan, makan dengan tangan kanan, dan makan dari bagian hidangan yang terdekat (tidak mengambil yang jauh). Ini adalah pelajaran adab yang sangat mendasar dan mudah diamalkan oleh semua orang, bahkan anak-anak sekalipun.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Makanan, Bab Menyebut Nama Allah Saat Makan dan Makan dengan Tangan Kanan, nomor 5376. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Minuman, Bab Adab Makan, nomor 2022.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنِي أَنَّهُ، سَمِعَ وَهْبَ بْنَ كَيْسَانَ، أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ، يَقُولُ: كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ". فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ.

Terjemahan: Dari `Umar bin Abi Salama, ia berkata, "Aku adalah seorang anak yang berada di pangkuan (asuhan) Rasulullah ﷺ, dan tanganku sering bergerak ke sana ke mari di dalam piring. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, 'Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian yang dekat denganmu.' Maka sejak saat itu, itulah cara makanku selamanya."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Perintah untuk menyebut nama Allah (basmalah) sebelum makan adalah bagian dari syukur atas nikmat. Allah ﷺ berfirman:

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (QS. An-Nahl [16]: 114)

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in sangat memperhatikan adab makan ini. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil wajibnya membaca basmalah saat makan dan wajibnya makan dengan tangan kanan, serta larangan makan dengan tangan kiri. Beliau juga menukil ijma' (kesepakatan) ulama tentang keharaman makan dengan tangan kiri bagi orang yang mampu menggunakan tangan kanannya, kecuali ada uzur (halangan).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa hadits ini adalah salah satu hadits adab yang paling lengkap. Beliau menjelaskan bahwa perintah "sebutlah nama Allah" berarti membaca bismillah, dan ini adalah perintah yang menunjukkan wajibnya menurut pendapat yang kuat. Adapun "makanlah dengan tangan kananmu" adalah perintah yang juga menunjukkan wajibnya, karena tangan kanan adalah simbol kemuliaan dan kehormatan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan tiga bimbingan sekaligus dalam satu kalimat yang singkat namun padat:

  1. "Sebutlah nama Allah" (سَمِّ اللَّهَ):
  • Makna: Perintah untuk membaca bismillah sebelum mulai makan. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa segala nikmat, termasuk makanan, datangnya dari Allah ﷻ. Dengan menyebut nama-Nya, kita memohon keberkahan dan perlindungan dari gangguan setan.
  • Pemahaman Ulama: Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah saat makan. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membaca basmalah saat makan adalah wajib. Dalilnya adalah hadits ini yang berbentuk perintah. Adapun Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa hukumnya sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Namun, pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Al-Albani dan Syaikh Al-Utsaimin adalah pendapat yang mengatakan wajib, karena perintah Nabi ﷺ pada dasarnya menunjukkan kewajiban selama tidak ada dalil yang memalingkannya ke sunnah.
  • Catatan Penting: Jika seseorang lupa membaca basmalah di awal, maka ketika ingat ia membaca: "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
  1. "Makanlah dengan tangan kananmu" (وَكُلْ بِيَمِينِكَ):
  • Makna: Perintah untuk menggunakan tangan kanan saat makan dan minum. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sunnah dan pembeda dari perilaku setan yang makan dengan tangan kiri.
  • Pemahaman Ulama: Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama telah berijma' (sepakat) bahwa makan dengan tangan kiri hukumnya haram bagi orang yang tidak memiliki uzur. Ini adalah adab yang sangat dijaga oleh para salaf. Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sangat mencintai menggunakan tangan kanan dalam semua perkara yang baik, seperti makan, minum, berwudhu, dan berpakaian. Beliau juga menyebutkan hikmahnya, yaitu karena tangan kanan adalah simbol kekuatan dan kemuliaan, serta lebih bersih karena tidak digunakan untuk membersihkan kotoran.
  1. "Makanlah dari bagian yang dekat denganmu" (وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ):
  • Makna: Perintah untuk mengambil makanan dari bagian piring yang berada di hadapan kita, tidak mengambil dari bagian tengah atau bagian yang berada di hadapan orang lain.
  • Pemahaman Ulama: Ini adalah adab yang menunjukkan rasa hormat dan tidak egois. Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa mengambil makanan dari bagian tengah piring adalah perbuatan yang tidak baik karena bisa mengganggu orang lain dan terkesan rakus. Adapun jika makanan tersebut berupa buah-buahan atau makanan ringan yang tersebar, maka tidak mengapa mengambil dari mana saja. Namun, untuk makanan yang disajikan dalam satu wadah besar, maka adabnya adalah mengambil dari bagian yang terdekat.

Hikmah dari Kisah Ini:

Yang menarik dari hadits ini adalah bahwa `Umar bin Abi Salama adalah seorang anak kecil saat itu. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan adab kepada anak-anak sejak dini dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang. Beliau tidak memarahi, tetapi menasihati dengan panggilan "Wahai anakku" yang penuh kelembutan. `Umar bin Abi Salama sendiri mengakui bahwa setelah nasihat itu, ia tidak pernah lagi makan dengan cara selain yang diajarkan Nabi ﷺ. Ini adalah bukti bahwa nasihat yang baik dan penuh hikmah akan membekas dalam jiwa.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang bagaimana para salaf sangat menjaga adab makan ini. Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan bin 'Uyainah (salah satu ulama besar dari kalangan tabi'ut tabi'in) sangat memperhatikan adab ini. Suatu ketika, beliau diundang dalam sebuah jamuan makan. Saat makanan dihidangkan, beliau memperhatikan seorang pemuda yang duduk di dekatnya mengambil makanan dari bagian tengah piring. Dengan lembut, Imam Sufyan bin 'Uyainah menegur pemuda tersebut, "Wahai anakku, sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda, 'Makanlah dari bagian yang dekat denganmu.' Maka ambillah makanan dari bagian yang ada di hadapanmu." Pemuda itu pun tersipu malu dan mengikuti nasihat tersebut. Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama sangat bersemangat untuk menyebarkan dan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dalam setiap aspek kehidupan, termasuk adab makan yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang.

Kesimpulan Praktis

Berikut adalah poin-poin praktis yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Biasakan membaca bismillah sebelum makan dan minum, baik itu makanan ringan maupun berat. Jika lupa, ucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu".
  2. Makan dan minumlah selalu dengan tangan kanan. Jauhkan diri dari makan dengan tangan kiri karena itu adalah perbuatan setan.
  3. Ambil makanan dari bagian yang terdekat dengan kita, jangan mengambil dari bagian tengah atau bagian yang berada di hadapan orang lain.
  4. Ajarkan adab ini kepada anak-anak kita sejak dini dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kepada `Umar bin Abi Salama.
  5. Jadikan adab makan ini sebagai bentuk ibadah dan ketaatan, bukan sekadar kebiasaan. Dengan niat yang benar, makan pun menjadi bernilai pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.