Bab Kisah Fatimah binti Qais
Shahih
haddatsana ismailu, haddatsana malikun, an yahya ibni saidin, ani alqasimi ibni muhammadin, annahu samiahu yadzkuru, anna yahya ibna saidi ibni alashi, thallaqa ibinta abdi arrahmani ibni alhakami, fantaqalaha abdu arrahmani, faarsalat aisyahu ummu almuminina ila marwana wahwa amiru almadinahi attaqi allaha wardudha ila baytiha. qala marwanu fi haditsi sulaymana inna abda arrahmani ibna alhakami ghalabani. waqala alqasimu ibnu muhammadin awama balaghaki syanu fathimaha ibinti qaysin qalat la yadhurruka an la tadzkura haditsa fathimaha. faqala marwanu ibnu alhakami in kana biki syarrun fahasbuki ma bayna hadzayni mina assyarri.
Telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Yahya bin Sa'id, dari Al-Qasim bin Muhammad, bahwa ia mendengar, bahwa Yahya bin Sa'id bin Al-'As menceraikan putri Abdur-Rahman bin Al-Hakam. Abdur-Rahman membawanya ke rumahnya. Maka Aisyah Ummul Mukminin mengirimkan pesan kepada Marwan yang merupakan Amir Madinah, "Takutlah kepada Allah dan kembalikan dia ke rumahnya." Marwan dalam hadits Sulaiman berkata, "Abdur-Rahman bin Al-Hakam mengalahkan saya." Dan Al-Qasim bin Muhammad berkata, "Apakah kamu tidak mendengar tentang perkara Fatimah binti Qais?" Dia berkata, "Tidak mengapa bagimu untuk tidak menyebutkan hadits Fatimah." Maka Marwan bin Al-Hakam berkata kepada Aisyah, "Jika ada keburukan padamu, maka cukup bagimu apa yang ada di antara keduanya dari keburukan."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis