Bab Isyarat dalam Talak dan Urusan
Shahih
waqala allaytsu haddatsani jafaru ibnu rabiaha, an abdi arrahmani ibni hurmuza, samitu aba hurayraha, qala rasulu allahi " matsalu albakhili waalmunfiqi kamatsali rajulayni alayhima jubbatani min hadidin, min ladun tsadyayhima ila taraqihima, faamma almunfiqu fala yunfiqu syayan ila maddat ala jildihi hatta tujinna ibananahu watafuwa atsarahu, waamma albakhilu fala yuridu yunfiqu ila lazimat kullu halqahin mawdhiaha, fahwa yusiuha fala tattasiu ". wayusyiru biishbaihi ila halqihi.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan antara orang yang kikir dan orang yang dermawan adalah seperti dua orang yang mengenakan jubah dari besi dari dada hingga leher mereka. Adapun orang yang dermawan, ketika ia mengeluarkan (sedekah), jubah itu melebar dan menyebar di atas kulitnya hingga menutupi ujung jarinya dan menghapus jejaknya. Sedangkan orang yang kikir, begitu ia berpikir untuk mengeluarkan (sedekah), setiap lingkaran jubah itu menempel pada tempatnya (di tubuhnya) dan ia berusaha untuk memperlebar, tetapi tidak bisa. Rasulullah ﷺ menunjuk dengan tangannya ke arah lehernya.