Penjelasan Hadits Bukhari No. 5297 tentang Isyarat berbuka puasa saat matahari terbenam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa waktu berbuka puasa adalah ketika matahari benar-benar terbenam dan malam mulai datang dari arah timur, bukan sekadar gelap atau menunggu waktu lama. Nabi ﷺ memberi contoh langsung dengan menyegerakan berbuka meski sebagian sahabat masih mengira matahari belum sepenuhnya tenggelam. Hadits ini juga menunjukkan adab seorang pemimpin yang tegas namun tetap lembut, serta pentingnya mengikuti sunnah dalam ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Baqarah [2]: 187

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Terjemahan: "Dan makanlah serta minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Talak, Bab Isyarat dalam Talak dan Urusan, dari sahabat Abdullah bin Abi Aufa رضي الله عنه.

Hadits lain yang semakna diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Terjemahan: "Jika malam telah datang dari sini, siang telah pergi dari sini, dan matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka."

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disyariatkannya menyegerakan berbuka dan bahwa waktu berbuka ditandai dengan terbenamnya matahari, bukan menunggu gelap total.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya menyegerakan ifthar (berbuka) dan bahwa perintah Nabi ﷺ diulang tiga kali menunjukkan penekanan (ta'kid) dalam menyegerakan berbuka.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa menyegerakan berbuka adalah sunnah yang dianjurkan dan termasuk tanda mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Waktu berbuka adalah saat matahari terbenam, bukan menunggu gelap.

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ berbuka ketika matahari telah terbenam, meskipun sebagian sahabat masih ragu dan mengira masih siang. Nabi ﷺ menegaskan dengan isyarat tangan ke arah timur bahwa jika malam telah datang dari arah timur, maka orang yang berpuasa telah berbuka. Ini menunjukkan bahwa syarat berbuka adalah terbenamnya matahari (ghurub asy-syams), bukan menunggu waktu isya atau gelap total.

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini membantah anggapan sebagian orang yang menunda berbuka hingga bintang-bintang muncul. Beliau menyebutkan bahwa ini adalah pendapat yang salah dan menyelisihi sunnah.

2. Menyegerakan berbuka adalah sunnah.

Nabi ﷺ memerintahkan sahabatnya untuk turun dan menyiapkan minuman meskipun masih ada keraguan tentang waktu. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sengaja menyegerakan berbuka. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa menyegerakan berbuka adalah sunnah yang disepakati oleh para ulama, dan menunda-nunda berbuka tanpa alasan adalah menyelisihi sunnah.

3. Adab seorang pemimpin.

Nabi ﷺ sebagai pemimpin rombongan tetap memerintahkan dengan lembut namun tegas. Beliau mengulang perintah tiga kali karena sahabat tersebut masih ragu. Ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin boleh mengulang perintah untuk memastikan ketaatan, namun tetap dengan cara yang tidak kasar.

4. Isyarat dalam talak dan urusan.

Bab ini berjudul "Bab Isyarat dalam Talak dan Urusan." Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini dimasukkan dalam bab ini karena Nabi ﷺ menggunakan isyarat tangan untuk menjelaskan waktu berbuka. Ini menunjukkan bahwa isyarat dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu, termasuk dalam urusan talak, selama isyarat tersebut jelas dan dipahami.

5. Perbedaan pendapat di antara ulama.

Sebagian ulama berpendapat bahwa jika seseorang ragu apakah matahari sudah terbenam atau belum, maka ia boleh berbuka jika sudah yakin atau berdasarkan dugaan kuat (ghalabah azh-zhann). Namun, jika masih ragu, lebih baik menunggu sebentar hingga yakin. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa pendapat yang paling kuat adalah bahwa jika seseorang telah yakin matahari telah terbenam, maka ia boleh berbuka, dan tidak perlu menunggu hingga gelap total.

Story Telling

Dikisahkan dalam hadits ini bahwa Abdullah bin Abi Aufa رضي الله عنه menceritakan pengalaman mereka dalam perjalanan bersama Nabi ﷺ. Ketika matahari terbenam, Nabi ﷺ memerintahkan seorang lelaki untuk turun dan menyiapkan minuman Sawiq (sejenis minuman dari gandum). Lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak menunggu sampai malam?" Nabi ﷺ mengulang perintahnya hingga tiga kali. Akhirnya, lelaki itu turun dan menyiapkan minuman tersebut. Nabi ﷺ meminumnya, lalu menunjuk ke arah timur dan bersabda, "Jika kalian melihat malam datang dari arah sini, maka orang yang berpuasa harus berbuka."

Hikmah: Nabi ﷺ mengajarkan kepada kita untuk tidak menunda-nunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Ini adalah bentuk ketaatan dan mengikuti sunnah. Ibn Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa menyegerakan berbuka adalah tanda cinta kepada sunnah dan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Berbukalah segera setelah matahari terbenam, jangan menunda hingga gelap total atau menunggu waktu isya.
  2. Gunakan isyarat yang jelas dalam menjelaskan sesuatu, terutama dalam urusan ibadah, agar tidak menimbulkan keraguan.
  3. Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam menyegerakan berbuka, karena ini adalah tanda ketaatan dan kecintaan kepada sunnah.
  4. Jangan ragu untuk bertanya jika belum memahami suatu perintah, namun tetap taat setelah penjelasan diberikan.
  5. Sebagai pemimpin, ulangi perintah dengan lembut jika diperlukan, namun tetap tegas dalam kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?