Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi dua pelajaran penting. Pertama, adab seorang suami yang pulang dari perjalanan jauh: hendaknya ia memberi kabar terlebih dahulu atau tidak langsung masuk mengejutkan keluarganya, agar istrinya sempat bersiap dan berhias diri. Kedua, dorongan yang sangat kuat dari Nabi ﷺ untuk memiliki keturunan, sebagaimana sabda beliau kepada Jabir bin Abdillah: "fa'alaika bil-kaysil-kays" (hendaknya engkau berusaha untuk memiliki keturunan). Ini menunjukkan bahwa memiliki anak adalah perkara yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pernikahan, Bab Permintaan Anak, no. 5246, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma.
Teks Arab Hadits (dengan harakat sesuai riwayat):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَيَّارٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: "إِذَا دَخَلْتَ لَيْلاً فَلاَ تَدْخُلْ عَلَى أَهْلِكَ حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ". قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "فَعَلَيْكَ بِالْكَيْسِ الْكَيْسِ".
Terjemahan: Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jika kamu masuk (ke kotamu) di malam hari (setelah datang dari perjalanan), janganlah kamu masuk kepada keluargamu sampai wanita yang suaminya telah pergi (dari rumah) mencukur rambut kemaluannya dan wanita yang rambutnya acak-acakan menyisir rambutnya." Rasulullah ﷺ kemudian bersabda: "(Wahai Jabir!) Usahakan untuk memiliki keturunan, usahakan untuk memiliki keturunan!"
Dalil pendukung tentang anjuran menikah dan memiliki keturunan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum [30]: 21)
Juga firman-Nya:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi [18]: 46)
Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa bab ini (Bab Permintaan Anak) sengaja dibuat oleh Imam Al-Bukhari untuk menunjukkan anjuran memiliki keturunan, dan beliau membawakan hadits Jabir ini sebagai dalil utamanya.
Penjelasan Rinci
Pertama: Adab pulang dari perjalanan
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan adab yang sangat indah dalam rumah tangga. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ketika seorang suami pulang dari perjalanan, terutama jika perjalanannya lama, maka disunnahkan baginya untuk memberi tahu keluarganya terlebih dahulu atau datang di waktu yang memungkinkan istrinya bersiap diri. Hal ini bukan berarti tidak percaya kepada istri, tetapi ini adalah bentuk kasih sayang dan menjaga kehormatan. Istri yang ditinggal suaminya dalam waktu lama tentu ingin menyambut suaminya dalam keadaan yang paling baik. Maka Nabi ﷺ mengajarkan agar suami tidak langsung masuk mengejutkan, tetapi memberi kesempatan istri untuk membersihkan diri dan berhias.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang hukum memberi kabar sebelum pulang. Sebagian ulama seperti Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa hal itu disunnahkan, bukan kewajiban. Namun jika suami pulang tanpa kabar, itu tidak berdosa, hanya saja ia kehilangan keutamaan adab ini.
Kedua: Anjuran memiliki keturunan
Bagian kedua dari hadits ini adalah sabda Nabi ﷺ kepada Jabir: "fa'alaika bil-kaysil-kays" (hendaknya engkau berusaha untuk memiliki keturunan). Konteksnya: Jabir bin Abdillah saat itu adalah seorang sahabat yang sudah lanjut usia dan belum memiliki anak. Beliau menikah dengan seorang wanita yang lebih tua. Maka Nabi ﷺ menasihatinya agar berusaha memiliki keturunan.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa memiliki keturunan adalah salah satu tujuan terbesar dari pernikahan dalam Islam. Anak adalah perhiasan dunia, penerus dakwah, dan pendoa bagi orang tuanya setelah mereka wafat. Maka seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh dalam memilih pasangan yang dapat memberinya keturunan yang saleh.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kata "al-kays" di sini bermakna usaha yang sungguh-sungguh dan cerdas dalam mencari keturunan. Ini menunjukkan bahwa memiliki anak bukan sekadar keinginan pasif, tetapi perlu usaha dan ikhtiar, termasuk memilih pasangan yang subur dan masih muda jika memungkinkan.
Perbedaan pendapat ulama: Ada sebagian ulama yang memahami bahwa anjuran ini bersifat umum bagi semua orang yang mampu. Namun ada juga yang mengkhususkannya bagi yang belum memiliki keturunan. Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa memiliki keturunan itu dianjurkan secara umum, karena Nabi ﷺ sendiri bersabda dalam hadits lain: "Menikahlah dengan wanita yang penuh cinta dan banyak keturunan, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan para nabi pada hari kiamat." (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Story Telling
Ada kisah yang sangat indah tentang Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Beliau menikah dalam usia yang tidak muda lagi, dan istrinya juga sudah berusia. Ketika Nabi ﷺ mendengar kabar pernikahan Jabir, beliau bertanya, "Wahai Jabir, mengapa engkau tidak menikah dengan seorang gadis yang masih muda, sehingga engkau bisa bercanda dengannya dan ia bisa bercanda denganmu?"
Jabir menjawab dengan jujur, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki saudara-saudara perempuan (dari pihak ayah). Aku khawatir jika aku menikah dengan gadis muda, ia akan memisahkan aku dari mereka atau membuat mereka merasa tidak nyaman. Maka aku menikah dengan seorang wanita yang lebih tua agar ia bisa mengurus mereka."
Nabi ﷺ memahami alasan Jabir dan tidak menyalahkannya. Namun dalam riwayat lain, beliau tetap mendoakan Jabir agar dikaruniai keturunan. Dan benar, Allah mengaruniakan Jabir seorang anak perempuan. Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan urusan keluarga sahabatnya, dan beliau sangat menganjurkan memiliki keturunan, namun tetap menghargai alasan-alasan yang syar'i dari setiap orang.
Kesimpulan Praktis
- Adab pulang dari perjalanan: Seorang suami hendaknya memberi kabar kepada keluarganya sebelum tiba di rumah, terutama jika perjalanannya lama. Ini adalah bentuk kasih sayang dan menjaga kehormatan istri.
- Anjuran memiliki keturunan: Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki keturunan. Ini adalah tujuan besar pernikahan. Maka dalam memilih pasangan, hendaknya mempertimbangkan faktor kesuburan dan usia, selama tidak bertentangan dengan syariat.
- Usaha dan doa: Memiliki anak adalah usaha dan doa. Tidak ada salahnya jika Allah belum mengaruniakan keturunan, karena semua ada hikmahnya. Namun seorang muslim tetap dianjurkan untuk berikhtiar dan berdoa.
- Menghargai kondisi orang lain: Sebagaimana Nabi ﷺ menghargai alasan Jabir, kita pun tidak boleh memaksakan pandangan kita kepada orang lain dalam urusan pernikahan dan keturunan, karena setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.