Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5218 tentang Bab Cinta Seorang Pria Terhadap Sebagian Istrinya Lebih Baik daripada Sebagian yang Lain

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa seorang suami yang memiliki lebih dari satu istri boleh merasakan cinta yang lebih besar kepada salah satu istrinya di dalam hati, karena hal itu di luar kemampuannya. Yang diwajibkan adalah berlaku adil dalam perlakuan lahir, seperti giliran malam, nafkah, dan perlakuan sehari-hari. Umar sendiri mengingatkan putrinya Hafshah agar tidak iri kepada Aisyah yang sangat dicintai Nabi ﷺ, dan Nabi pun hanya tersenyum mendengar nasihat Umar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari

Shahih Al-Bukhari, Kitab Pernikahan, Bab “Cinta Seorang Pria Terhadap Sebagian Istrinya Lebih Baik daripada Sebagian yang Lain”, no. 5218, dari Ibnu Abbas, dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ حُنَيْنٍ، سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ، عَنْ عُمَرَ ـ رضى الله عنهم ـ دَخَلَ عَلَى حَفْصَةَ فَقَالَ يَا بُنَيَّةِ لاَ يَغُرَّنَّكِ هَذِهِ الَّتِي أَعْجَبَهَا حُسْنُهَا حُبُّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِيَّاهَا ـ يُرِيدُ عَائِشَةَ ـ فَقَصَصْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَتَبَسَّمَ.

Artinya: “Umar masuk menemui Hafshah, lalu berkata: ‘Wahai putriku! Janganlah engkau terperdaya oleh wanita yang merasa bangga dengan kecantikannya karena cinta Rasulullah ﷺ kepadanya’.” Yang dimaksud adalah Aisyah. “Lalu aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau tersenyum.”

Dalil Al-Qur’an yang Terkait: QS. An-Nisa [4]: 129

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kaitan dengan Ulama

Imam Al-Bukhari memberi judul bab hadits ini dengan makna yang sangat dalam, yaitu bolehnya seorang suami mencintai sebagian istrinya lebih daripada yang lain. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari menjelaskan bahwa kecenderungan hati adalah sesuatu yang tidak mampu ditahan oleh manusia, sehingga syariat tidak membebani hal itu. Yang diminta dari seorang suami hanyalah keadilan dalam perbuatan lahir, terutama giliran malam dan nafkah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Sayyidina Umar bin Khaththab, seorang ayah yang bijak dan penyayang. Beliau masuk menemui putrinya, Hafshah, yang juga adalah istri Nabi ﷺ. Umar khawatir putrinya tergoda oleh perasaan iri atau minder karena melihat Aisyah sangat dicintai oleh Rasulullah ﷺ. Sebagai seorang ayah, Umar tidak membiarkan hal itu tumbuh di hati putrinya, lalu ia menasihatinya dengan panggilan lembut, “ya bunayyah” — wahai putri kecilku.

Makna “janganlah engkau terperdaya” adalah jangan sampai engkau merasa bangga secara salah, jangan pula engkau berprasangka bahwa cinta Rasulullah ﷺ kepada Aisyah semata-mata karena kecantikannya. Cinta beliau kepada Aisyah adalah sesuatu yang

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.