Bab Larangan Rasulullah SAW Terhadap Nikah Mut'ah Akhirnya
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي جَمْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، سُئِلَ عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ، فَرَخَّصَ فَقَالَ لَهُ مَوْلًى لَهُ إِنَّمَا ذَلِكَ فِي الْحَالِ الشَّدِيدِ وَفِي النِّسَاءِ قِلَّةٌ أَوْ نَحْوَهُ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ نَعَمْ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bashar, telah menceritakan kepada kami Gundar, telah menceritakan kepada kami Syuhbah, dari Abu Jamrah, ia berkata: "Aku mendengar Ibn Abbas ditanya tentang mut'ah dengan wanita, dan ia mengizinkannya (Nikah-al-Mut'ah)." Maka seorang budak yang dimiliki oleh Ibn Abbas berkata kepadanya, "Itu hanya pada saat sangat dibutuhkan dan wanita sedikit." Maka Ibn Abbas menjawab, "Ya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
