Bab Apakah Wanita Boleh Menawarkan Diri kepada Seseorang
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كَانَتْ خَوْلَةُ بِنْتُ حَكِيمٍ مِنَ اللاَّئِي وَهَبْنَ أَنْفُسَهُنَّ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ عَائِشَةُ أَمَا تَسْتَحِي الْمَرْأَةُ أَنْ تَهَبَ نَفْسَهَا لِلرَّجُلِ فَلَمَّا نَزَلَتْ {تُرْجِئُ مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ} قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَرَى رَبَّكَ إِلاَّ يُسَارِعُ فِي هَوَاكَ. رَوَاهُ أَبُو سَعِيدٍ الْمُؤَدِّبُ وَمُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ وَعَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ يَزِيدُ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ.
Diriwayatkan dari Hisham bin ayahnya: Khaula binti Hakim adalah salah satu wanita yang menawarkan diri kepada Nabi (ﷺ) untuk menikah. Aisyah berkata, "Apakah seorang wanita tidak merasa malu untuk menawarkan dirinya kepada seorang pria?" Namun ketika ayat: "(Wahai Muhammad) Kamu boleh menunda (giliran) salah satu dari mereka (istri-istrimu) yang kamu kehendaki," (33.51) diturunkan, Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah! Saya tidak melihat, tetapi, bahwa Tuhanmu mempercepat dalam menyenangkanmu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
