Bab Shalat Menuju Kendaraan dan Unta serta Pohon dan Pelana
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يُعَرِّضُ رَاحِلَتَهُ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا. قُلْتُ أَفَرَأَيْتَ إِذَا هَبَّتِ الرِّكَابُ. قَالَ كَانَ يَأْخُذُ هَذَا الرَّحْلَ فَيُعَدِّلُهُ فَيُصَلِّي إِلَى آخِرَتِهِ ـ أَوْ قَالَ مُؤَخَّرِهِ ـ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ ـ رضى الله عنه ـ يَفْعَلُهُ.
Dari Nafi`, "Nabi ﷺ biasa membuat unta betinanya duduk dan beliau shalat menghadapnya (sebagai sutrah)." Saya bertanya, "Apa yang dilakukan Nabi ﷺ jika unta tersebut terprovokasi dan bergerak?" Dia berkata, "Beliau mengambil pelana unta dan meletakkannya di depannya dan shalat menghadap bagian belakang unta tersebut (sebagai sutrah). Dan Ibn Umar juga melakukan hal yang sama." (Ini menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh shalat kecuali di belakang sutrah).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
