Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4928 tentang Larangan tergesa-gesa saat menerima wahyu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika wahyu Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi ﷺ, beliau sangat bersemangat untuk segera menghafalnya sehingga menggerakkan bibir dan lidahnya dengan cepat. Allah kemudian menurunkan ayat QS. Al-Qiyamah [75]: 16-19 yang melarang Nabi ﷺ melakukan hal itu, karena Allah sendiri yang menjamin untuk mengumpulkan Al-Qur'an di dada beliau, membuatnya mampu membacanya, dan menjelaskan maknanya melalui lisan beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah berfirman:

QS. Al-Qiyamah [75]: 16-19

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ ﴿١٦﴾ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ ﴿١٧﴾ فَإِذَا قَرَأْنَـٰهُۥ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ ﴿١٨﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ ﴿١٩﴾

"Janganlah engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu untuk (membaca)nya karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Maka apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya Kamilah yang akan menjelaskannya."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari nomor 4928, dari Musa bin Abi Aisyah, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Beliau berkata: "Nabi ﷺ biasa menggerakkan kedua bibirnya ketika wahyu diturunkan kepadanya." Maka dikatakan kepada beliau: "Janganlah engkau gerakkan lidahmu untuk (membaca)nya karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya" — beliau khawatir wahyu itu akan hilang darinya. "Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya" — yaitu Kami akan mengumpulkannya di dadamu. "Dan (membuatmu pandai) membacanya" — yaitu engkau akan membacanya. "Maka apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu" — maksudnya ketika diturunkan kepadanya. "Kemudian sesungguhnya Kamilah yang akan menjelaskannya" — yaitu Kami akan menjelaskannya melalui lisanmu.

Kaitan dengan Ulama:

Penjelasan ini diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair (w. 95 H), seorang tabi'in terkemuka dan murid utama Ibnu Abbas. Beliau termasuk ulama tafsir generasi awal yang sangat dihormati. Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya mengutip riwayat ini dan menegaskan bahwa ayat ini merupakan jaminan dari Allah untuk menjaga Al-Qur'an di hati Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan kondisi Nabi ﷺ saat menerima wahyu. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menjelaskan bahwa ketika malaikat Jibril turun membawa wahyu, Nabi ﷺ sangat bersemangat untuk segera menghafalnya. Beliau menggerakkan bibir dan lidahnya dengan cepat, mengikuti bacaan Jibril, karena khawatir ada bagian yang terlewat atau terlupakan.

Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) mengatakan bahwa Nabi ﷺ sangat mencintai Al-Qur'an dan sangat bersemangat untuk menjaganya. Namun, Allah melarang hal itu karena Allah sendiri yang akan menjamin penghafalannya.

Mujahid bin Jabr (w. 104 H) menjelaskan bahwa ayat ini turun untuk menenangkan Nabi ﷺ. Allah berfirman: "Janganlah engkau gerakkan lidahmu untuk mempercepatnya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membuatmu mampu membacanya."

Qatadah bin Di'amah (w. 117 H) menambahkan bahwa Allah memberikan tiga jaminan dalam ayat ini:

  1. Jama'ahu (mengumpulkannya) — Allah akan mengumpulkan Al-Qur'an di dada Nabi ﷺ sehingga beliau tidak perlu khawatir lupa.
  2. Qur'anahu (membacanya) — Allah akan membuat Nabi ﷺ mampu membacanya dengan lancar.
  3. Bayaanahu (menjelaskannya) — Allah akan menjelaskan makna dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya melalui lisan Nabi ﷺ.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap Al-Qur'an. Beliau tidak ingin ada satu huruf pun yang terlewat. Namun, Allah mengajarkan adab dalam menerima wahyu: diam dan mendengarkan dengan seksama, karena Allah yang akan menjaga dan menjelaskannya.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (w. 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pelajaran berharga: ketika kita belajar Al-Qur'an, jangan terburu-buru. Dengarkan dengan tenang, pahami, dan Allah akan memudahkan kita untuk menghafal dan memahaminya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi ﷺ adalah orang yang paling bersemangat dalam kebaikan. Ketika Jibril turun membawa wahyu, beliau sangat bersemangat untuk segera menghafalnya. Beliau menggerakkan bibirnya dengan cepat, mengikuti bacaan Jibril."

Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Allah ingin menenangkan hati Nabi ﷺ dan mengajarkan bahwa Allah-lah yang bertanggung jawab menjaga Al-Qur'an. Sejak saat itu, Nabi ﷺ diam mendengarkan ketika Jibril membacakan wahyu, dan setelah selesai, beliau membacanya dengan tenang.

Hikmah: Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam menuntut ilmu, khususnya Al-Qur'an. Dengarkan dengan seksama, pahami, dan yakini bahwa Allah akan memudahkan kita untuk menghafal dan memahaminya. Sebagaimana Allah menjamin untuk Nabi ﷺ, Dia juga akan menolong hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mempelajari Al-Qur'an.

Kesimpulan Praktis

  1. Diam dan dengarkan ketika Al-Qur'an dibacakan, jangan terburu-buru mengikutinya.
  2. Yakinlah bahwa Allah akan memudahkan kita menghafal dan memahami Al-Qur'an jika kita bersungguh-sungguh.
  3. Jangan khawatir lupa — Allah yang menjaga Al-Qur'an di hati orang-orang yang ikhlas.
  4. Belajarlah dengan tenang — ilmu yang dipelajari dengan tergesa-gesa seringkali tidak bertahan lama.
  5. Mintalah pertolongan Allah dalam setiap usaha mempelajari Al-Qur'an.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.