Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4915 tentang Kisah dua istri Nabi yang bersekutu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang dua istri Nabi ﷺ, yaitu 'Aisyah dan Hafshah radhiyallahu 'anhuma, yang bersepakat dalam suatu perkara yang membuat Rasulullah ﷺ merasa berat. Kisah ini berkaitan dengan firman Allah dalam QS. At-Tahrim [66]: 4 tentang dua wanita yang bersekutu (tazhahara) terhadap Nabi ﷺ. Hadits ini menunjukkan keutamaan Ibnu 'Abbas dalam mencari ilmu, adab bertanya kepada orang yang lebih tua, dan juga menunjukkan kelembutan 'Umar bin Khaththab dalam menjawab pertanyaan.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an:

QS. At-Tahrim [66]: 4

إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ

Terjemahan: "Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling membantu menentang Nabi (Muhammad), maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu, malaikat-malaikat adalah penolongnya."

2. Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Firman-Nya: "Jika kamu berdua bertobat kepada Allah..." (HR. Al-Bukhari no. 4915), dari sahabat Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan 'Aisyah dan Hafshah radhiyallahu 'anhuma ketika keduanya bersekutu dalam hal yang memberatkan Nabi ﷺ.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan secara panjang lebar tentang sebab turunnya ayat ini dan kisah yang terkait dengannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa ketika Nabi ﷺ meminum madu di rumah salah seorang istri beliau, lalu 'Aisyah dan Hafshah bersekutu untuk mengatakan kepada Nabi ﷺ bahwa beliau mencium bau yang tidak sedap (dari madu tersebut). Tujuannya agar Nabi ﷺ berhenti meminum madu di rumah istri tersebut. Peristiwa ini membuat Nabi ﷺ bersumpah untuk tidak meminum madu lagi, dan Allah menurunkan ayat ini sebagai teguran halus kepada kedua istri beliau.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa firman Allah "In tatuuba ilallah" (Jika kamu berdua bertobat kepada Allah) adalah panggilan yang lembut kepada 'Aisyah dan Hafshah, karena hati keduanya telah condong kepada kebenaran. Adapun firman "Wa in tazahara 'alaihi" (dan jika kamu berdua saling membantu menentang Nabi) menunjukkan bahwa Allah sendiri yang akan membela Nabi-Nya, bersama Jibril, orang-orang mukmin yang saleh, dan para malaikat.

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang adab Ibnu 'Abbas dalam mencari ilmu. Beliau menunggu satu tahun penuh untuk menemukan waktu yang tepat bertanya kepada 'Umar. Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu membutuhkan kesabaran dan adab yang baik.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pelajaran tentang keutamaan Nabi ﷺ dan jaminan Allah untuk membela beliau. Juga mengandung pelajaran bahwa seorang istri hendaknya tidak bersekutu untuk memberatkan suaminya dalam hal yang bukan ketaatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan bahwa para istri Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, namun Allah mengoreksi mereka dengan ayat ini. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar umat ini mengambil pelajaran.

Story Telling

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa beliau sangat ingin mengetahui tentang dua wanita yang disebut dalam Al-Qur'an. Beliau menunggu satu tahun penuh untuk menemukan momen yang tepat bertanya kepada 'Umar bin Khaththab. Ketika keduanya dalam perjalanan haji dan 'Umar meminta air wudhu, Ibnu 'Abbas melihat kesempatan itu. Beliau menuangkan air untuk 'Umar, lalu dengan penuh adab bertanya. 'Umar yang dikenal tegas itu langsung menjawab dengan ringkas: "'Aisyah dan Hafshah."

Kisah ini menunjukkan bahwa ilmu itu harus dicari dengan kesabaran dan adab. Ibnu 'Abbas yang masih muda tidak terburu-buru, tetapi menunggu waktu yang tepat. Dan 'Umar yang dikenal keras hatinya pun menjawab dengan lembut karena melihat adab yang indah dari penanya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabar dalam menuntut ilmu — carilah waktu dan cara yang tepat untuk bertanya, sebagaimana Ibnu 'Abbas menunggu satu tahun.
  2. Menjaga adab kepada orang yang lebih tua — bertanyalah dengan sopan dan tidak memaksa.
  3. Belajar dari kesalahan — para istri Nabi ﷺ adalah manusia biasa; ketika mereka ditegur Allah, mereka bertobat. Ini mengajarkan kita untuk tidak merasa suci dan selalu mau kembali kepada kebenaran.
  4. Allah pasti membela hamba-Nya yang benar — jika kita berada di atas kebenaran, Allah akan menolong kita sebagaimana Dia menolong Nabi-Nya.
  5. Hindari persekongkolan dalam keburukan — sekecil apa pun, Allah Maha Mengetahui dan akan menegurnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.