Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan kisah Umar bin Khattab yang menasihati putrinya, Hafsah, dan para istri Nabi ﷺ agar tidak terlalu banyak membantah Rasulullah ﷺ. Kisah ini juga mengungkapkan keutamaan Aisyah, kesederhanaan hidup Nabi ﷺ, dan pelajaran tentang adab bertanya kepada ulama serta pentingnya menjaga hak-hak istri. Hadits ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan menjadi sebab turunnya (asbabun nuzul) sebagian ayat dalam surat At-Tahrim.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. At-Tahrim [66]: 1
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكَۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَاتَ اَزْوَاجِكَۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu? Engkau menginginkan kesenangan hati istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
QS. At-Tahrim [66]: 3
وَاِذْ اَسَرَّ النَّبِيُّ اِلٰى بَعْضِ اَزْوَاجِهٖ حَدِيْثًاۚ فَلَمَّا نَبَّاَتْ بِهٖ وَاَظْهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهٗ وَاَعْرَضَ عَنْۢ بَعْضٍۚ فَلَمَّا نَبَّاَهَا بِهٖ قَالَتْ مَنْ اَنْۢبَاَكَ هٰذَاۗ قَالَ نَبَّاَنِيَ الْعَلِيْمُ الْخَبِيْرُ
"Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka ketika dia (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu kepadanya (Nabi), maka Nabi memberitahukan (sebagian peristiwa itu) kepadanya (Hafsah) dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan hal itu kepadanya, dia (Hafsah) bertanya, 'Siapa yang memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi menjawab, 'Yang Maha Mengetahui, Maha Teliti yang memberitahukan kepadaku.'"
Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab tentang firman Allah "تَبْتَغِي مَرْضَاةَ أَزْوَاجِكَ" (HR. Al-Bukhari no. 4913), dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan ulama:
Kisah ini menjadi dasar penjelasan para ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim dan Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman, tentang sebab turunnya awal surat At-Tahrim dan pelajaran adab rumah tangga.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Adab Seorang Murid kepada Gurunya: Ibnu Abbas menahan pertanyaannya selama setahun karena rasa hormatnya yang sangat besar kepada Umar bin Khattab. Ini menunjukkan adab seorang penuntut ilmu dalam bertanya kepada yang lebih tua dan lebih berilmu. Namun, Umar justru mengajarkan bahwa bertanya itu baik dan tidak perlu ditunda karena rasa segan yang berlebihan, selama pertanyaannya disampaikan dengan sopan.
- Peristiwa yang Menjadi Sebab Turunnya Ayat: Para ulama, termasuk Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa hadits ini berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi ﷺ mengharamkan sesuatu (yaitu madu atau budak wanitanya, Mariyah) untuk menyenangkan istri-istrinya. Allah kemudian menurunkan teguran dalam surat At-Tahrim ayat 1. Peristiwa ini juga melibatkan rahasia yang dibocorkan oleh Hafsah kepada Aisyah, yang kemudian diberitakan oleh Allah kepada Nabi ﷺ.
- Kedudukan Wanita dalam Islam: Umar menceritakan bahwa pada masa Jahiliyah, wanita tidak dianggap memiliki hak. Setelah Islam datang, Allah menurunkan aturan yang jelas tentang hak-hak wanita, termasuk hak untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dalam batas syariat. Ini menunjukkan Islam sangat memuliakan wanita.
- Kesederhanaan Hidup Nabi ﷺ: Umar sangat terharu melihat kondisi rumah Nabi ﷺ yang sangat sederhana. Beliau tidur di atas tikar yang meninggalkan bekas di tubuhnya, dengan bantal dari kulit yang diisi serabut kurma. Sementara itu, raja-raja Persia dan Romawi hidup dalam kemewahan. Ini menunjukkan zuhudnya Nabi ﷺ dan bahwa dunia bukanlah tujuan utama.
- Keutamaan Aisyah: Umar menyebut Aisyah sebagai wanita yang "dikagumi karena kecantikannya dan dicintai oleh Rasulullah ﷺ". Ini menunjukkan kedudukan Aisyah yang istimewa di sisi Nabi ﷺ dan para sahabat.
Pandangan Ulama: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan secara panjang lebar tentang peristiwa ini, termasuk perbedaan riwayat tentang apa yang diharamkan Nabi ﷺ. Namun, inti dari semua riwayat adalah teguran Allah kepada Nabi-Nya karena lebih mengutamakan keridhaan istri-istrinya daripada apa yang Allah halalkan, serta pelajaran tentang menjaga rahasia rumah tangga.
Story Telling
Kisah ini adalah salah satu kisah paling masyhur dari Umar bin Khattab. Bayangkan, seorang khalifah yang sangat tegas dan disegani, dengan penuh kasih sayang menasihati putrinya, Hafsah, yang merupakan istri Nabi ﷺ. Ia tidak marah dengan nada tinggi, tetapi dengan penuh kelembutan dan kekhawatiran akan murka Allah.
Yang lebih mengharukan adalah ketika Umar masuk menemui Rasulullah ﷺ dan melihat bekas tikar di tubuh beliau. Umar yang biasanya tegar, langsung menangis. Ia tidak bisa membayangkan, pemimpin umat Islam yang paling mulia di sisi Allah, hidupnya sesederhana itu. Ini adalah pelajaran tentang cinta dan kepedulian seorang sahabat kepada Nabinya, serta gambaran nyata tentang kehidupan zuhud yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Adab bertanya: Jangan ragu untuk bertanya tentang ilmu agama, tetapi tanyakanlah dengan sopan dan penuh adab kepada ahlinya.
- Menjaga rahasia rumah tangga: Jangan membocorkan rahasia pasangan kepada orang lain, karena ini bisa menimbulkan masalah besar.
- Kesederhanaan: Jadikan hidup sederhana sebagai gaya hidup, jangan terpaku pada kemewahan dunia yang fana.
- Memuliakan wanita: Islam memberikan hak yang besar kepada wanita. Sebagai suami, hormati dan hargai pendapat istri selama tidak melanggar syariat.
- Meneladani Nabi ﷺ: Pelajari akhlak Nabi ﷺ dalam berinteraksi dengan istri-istrinya, yang penuh kelembutan dan kasih sayang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.