Bab Perkataan-Nya: 'Akan dilipatgandakan azabnya pada hari kiamat dan dia kekal di dalamnya dengan hina'
Shahih
haddatsana sadu ibnu hafshin, haddatsana syaybanu, an manshurin, an saidi ibni jubayrin, qala qala abnu abza sali abna abbasin an qawlihi taala waman yaqtul muminan mutaammidan fajazauhu jahannamu waqawlihi la yaqtuluna annafsa ati harrama allahu ila bialhaqqi hatta balagha ila man taba fasaaltuhu faqala lamma nazalat qala ahlu makkaha faqad adalna biallahi waqatalna annafsa ati harrama allahu ila bialhaqqi waatayna alfawahisya, faanzala allahu ila man taba waamana waamila amalan shalihan ila qawlihi ghafuran rahiman
Telah menceritakan kepada kami Sa`d bin Hafsh, telah menceritakan kepada kami Syayban, dari Mansur, dari Sa'id bin Jubair, ia berkata: Ibn Abza berkata kepadaku, "Tanyakan kepada Ibn Abbas tentang firman Allah: 'Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka.' (4:69) Dan juga firman-Nya: 'Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar... kecuali bagi mereka yang bertobat, beriman, dan beramal saleh.' (25:68-70) Maka saya bertanya kepada Ibn Abbas dan ia berkata: 'Ketika ayat ini (25:68-69) diturunkan, orang-orang Mekah berkata, "Kami telah menyekutukan Allah dan kami telah membunuh jiwa yang diharamkan Allah dan kami telah melakukan perbuatan keji. Maka Allah menurunkan: 'Kecuali bagi mereka yang bertobat, beriman, dan beramal saleh dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.' (25:70)