Bab ketika keduanya melewati, dia berkata kepada pembantunya, 'Berikanlah makanan kita, sungguh kita telah merasakan kesulitan dalam perjalanan ini.'
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu katsirin, akhbarana sufyanu, ani alamasyi, an abi addhuha, an masruqin, an khabbabin, qala kuntu qaynan bimakkaha, faamiltu lilashi ibni waili assahmiyyi sayfan, fajitu ataqadhahu faqala la uthika hatta takfura bimuhammadin. qultu la akfuru bimuhammadin hatta yumitaka allahu, tsumma yuhyiyaka. qala idza amatani allahu tsumma baatsani, wali malun wawaladun faanzala allahu afaraayta adzi kafara biayatina waqala lutayanna malan wawaladan atthalaa alghayba ami attakhadza inda arrahmani ahdan. qala mawtsiqan. lam yaquli alasyjaiyyu an sufyana sayfan wala mawtsiqan.
Diriwayatkan dari Khabbab: Aku adalah seorang pandai besi di Mekah. Suatu ketika aku membuat pedang untuk Al-`Asi bin Wail As-Sahmi. Ketika aku pergi untuk menagih harganya, dia berkata, "Aku tidak akan memberimu sampai kamu kafir kepada Muhammad." Aku berkata, "Aku tidak akan kafir kepada Muhammad sampai Allah mematikanmu, kemudian menghidupkanmu kembali." Dia berkata, "Jika Allah mematikan aku kemudian membangkitkanku, dan aku akan memiliki kekayaan dan anak." Maka Allah menurunkan:-- 'Apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, dan (namun) berkata: Aku pasti akan diberikan kekayaan dan anak? Apakah dia mengetahui yang gaib ataukah dia telah mengambil perjanjian dari (Allah) Yang Maha Pengasih?' (19.77-78)