Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4703 tentang Keutamaan Surat Al-Fatihah sebagai induk Al-Qur'an

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa Surat Al-Fatihah sebagai induk Al-Qur'an. Surat ini disebut as-Sab'ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur'an al-'Azhim (Al-Qur'an yang agung). Hadits ini juga mengajarkan adab mendahulukan panggilan Rasulullah ﷺ daripada shalat sunnah, serta pentingnya segera memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu." (QS. Al-Anfal [8]: 24)

Ayat ini menjadi dalil pokok dalam hadits, yang digunakan Nabi ﷺ untuk mengingatkan Abu Sa'id al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu agar segera memenuhi panggilan beliau.

Hadits:

Hadits riwayat Abu Sa'id bin al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4703) dan juga oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4474) serta Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 394) dengan redaksi yang serupa.

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam kitab Fath al-Bari (9/38) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Surat Al-Fatihah yang mencakup seluruh makna Al-Qur'an. Beliau menukil perkataan Imam al-Bukhari sendiri bahwa nama Ummul Qur'an (Induk Al-Qur'an) untuk Al-Fatihah karena ia adalah permulaan Al-Qur'an dan karena di dalamnya terkandung pujian kepada Allah, pengakuan atas rububiyah-Nya, dan permohonan petunjuk kepada-Nya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (1/236) menjelaskan bahwa makna "tujuh ayat yang diulang-ulang" (as-Sab'ul Matsani) adalah karena ayat-ayat ini diulang-ulang dalam setiap rakaat shalat. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Fatihah adalah surat teragung dalam Al-Qur'an karena mengandung pujian, pengagungan, dan permohonan hamba kepada Tuhannya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir al-Karim ar-Rahman (1/39) menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut as-Sab'ul Matsani karena ia diulang-ulang dalam shalat dan dibaca di setiap rakaat. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Fatihah adalah Al-Qur'an al-'Azhim karena ia mengandung intisari seluruh Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan Surat Al-Fatihah

Nabi ﷺ menyebut Al-Fatihah sebagai as-Sab'ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur'an al-'Azhim (Al-Qur'an yang agung). Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim (1/14) menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut as-Sab'ul Matsani karena ia terdiri dari tujuh ayat yang diulang-ulang dalam setiap rakaat shalat, dan ia juga disebut Al-Qur'an al-'Azhim karena seluruh makna Al-Qur'an terkandung di dalamnya. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (1/72) menambahkan bahwa Al-Fatihah adalah surat yang paling utama karena di dalamnya terkumpul pujian kepada Allah, pengakuan atas keesaan-Nya, dan permohonan petunjuk kepada-Nya.

2. Adab Mendahulukan Panggilan Rasulullah ﷺ

Nabi ﷺ menegur Abu Sa'id karena tidak segera memenuhi panggilan beliau dengan berdalih sedang shalat. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/125) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya mendahulukan panggilan Rasulullah ﷺ daripada shalat sunnah. Ini karena ketaatan kepada Rasul ﷺ adalah bagian dari ketaatan kepada Allah ﷻ. Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Fath al-Bari (9/38) menambahkan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa shalat sunnah boleh diputus jika ada panggilan yang lebih penting, seperti panggilan Rasulullah ﷺ.

3. Makna "Memenuhi Seruan Allah dan Rasul"

Ayat QS. Al-Anfal [8]: 24 yang dikutip Nabi ﷺ menunjukkan bahwa memenuhi panggilan Rasul ﷺ adalah bagian dari memenuhi seruan Allah ﷻ. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (1/236) menjelaskan bahwa ayat ini bersifat umum, mencakup semua seruan yang membawa kebaikan dan kehidupan bagi hati dan agama. Beliau juga menekankan bahwa mendahulukan panggilan Rasul ﷺ adalah bentuk kesempurnaan iman.

Story Telling

Kisah Abu Sa'id bin al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu:

Abu Sa'id adalah seorang sahabat yang sangat mencintai shalat. Suatu hari, ketika beliau sedang shalat sunnah di masjid, Nabi ﷺ lewat dan memanggilnya. Karena sedang khusyuk dalam shalat, Abu Sa'id tidak segera menjawab panggilan tersebut hingga shalatnya selesai. Setelah selesai, beliau mendatangi Nabi ﷺ. Nabi ﷺ dengan lembut menegurnya, "Apa yang menghalangimu untuk datang?" Abu Sa'id menjawab, "Wahai Rasulullah, aku sedang shalat." Kemudian Nabi ﷺ mengingatkannya dengan ayat Al-Qur'an tentang kewajiban memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya.

Setelah itu, sebagai bentuk kasih sayang dan pengajaran, Nabi ﷺ ingin memberikan sesuatu yang sangat berharga kepada Abu Sa'id. Beliau berkata, "Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid?" Ketika Nabi ﷺ hendak keluar, Abu Sa'id mengingatkan beliau. Maka Nabi ﷺ bersabda, "Surat itu adalah Alhamdu lillahi Rabbil 'alamin (Al-Fatihah), yang merupakan tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung yang diberikan kepadaku."

Hikmah:

Kisah ini mengajarkan kita bahwa meskipun shalat adalah ibadah yang mulia, namun ketaatan kepada Rasulullah ﷺ harus didahulukan. Ini menunjukkan betapa pentingnya adab dan kepatuhan kepada beliau. Selain itu, hadits ini juga mengajarkan bahwa Al-Fatihah adalah surat yang sangat istimewa, yang mengandung intisari seluruh Al-Qur'an dan menjadi bacaan wajib dalam shalat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah Al-Fatihah dengan penuh penghayatan karena ia adalah surat teragung dalam Al-Qur'an dan menjadi rukun shalat.
  2. Dahulukan panggilan Rasulullah ﷺ dalam bentuk perintah sunnah atau nasihat beliau daripada kesibukan ibadah sunnah lainnya.
  3. Segera penuhi seruan Allah dan Rasul-Nya dalam setiap aspek kehidupan, karena itu adalah sumber kehidupan hati dan agama.
  4. Jadikan Al-Fatihah sebagai bacaan utama dalam setiap shalat dan renungkan maknanya yang mendalam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.