Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 47 tentang Mengikuti jenazah hingga selesai mendapat pahala dua qirath

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar mengikuti jenazah seorang muslim hingga selesai penguburannya. Jika dilakukan dengan iman dan ikhlas mengharap pahala Allah, maka pahalanya dua qirath, yang setiap qirathnya sebesar Gunung Uhud. Adapun jika hanya ikut shalat jenazah lalu pulang sebelum penguburan, maka pahalanya satu qirath. Ini adalah dorongan luar biasa untuk menghadiri shalat jenazah dan mengantarkannya hingga ke liang lahat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Mengikuti Jenazah Termasuk Iman", no. 47, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sertakan):

<p>مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا، وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ</p>

Makna ringkas: Barangsiapa mengikuti jenazah muslim dengan iman dan mengharap pahala, hingga selesai shalat dan penguburannya, maka ia pulang membawa pahala dua qirath (setiap qirath sebesar Gunung Uhud). Barangsiapa hanya shalat jenazah lalu pulang sebelum dikubur, maka ia mendapat satu qirath.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jana'iz, no. 945, dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Makna "imanan wahtisaban" (إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا)

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa makna imanan adalah melakukan perbuatan ini karena membenarkan janji Allah dan Rasul-Nya, bukan karena adat atau sekadar ikut-ikutan. Adapun ihtisaban adalah mengharap pahala dari Allah semata, bukan mengharap pujian manusia atau tujuan duniawi.

2. Keutamaan dua qirath dan satu qirath

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa qirath di sini adalah ukuran pahala yang hanya Allah yang mengetahui hakikatnya. Penyamaan dengan Gunung Uhud adalah untuk mendekatkan pemahaman kita akan besarnya pahala tersebut. Gunung Uhud adalah gunung yang sangat besar di Madinah.

3. Perbedaan antara dua keadaan

  • Mengikuti hingga selesai penguburan: Mendapat dua qirath. Ini mencakup shalat jenazah, mengantarkan, dan menyaksikan proses penguburan hingga selesai.
  • Hanya shalat jenazah lalu pulang: Mendapat satu qirath.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan yang lebih besar adalah bagi yang menyempurnakan hingga penguburan, karena ia turut serta dalam seluruh rangkaian penghormatan terakhir bagi mayit.

4. Hikmah perbedaan pahala

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa semakin sempurna amalan dan semakin besar kesabaran serta keikhlasan seseorang, semakin besar pula pahalanya. Mengikuti jenazah hingga selesai penguburan membutuhkan kesabaran lebih, menunggu proses penguburan, dan mendoakan mayit lebih lama.

5. Apakah ini termasuk iman?

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Al-Iman" untuk menunjukkan bahwa amalan-amalan seperti ini termasuk cabang keimanan. Ini sesuai dengan pemahaman Ahlus Sunnah bahwa iman mencakup keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menegaskan bahwa iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang ulama tabi'in yang sangat zuhud, sering menghadiri jenazah dan mengantarkannya hingga selesai penguburan. Beliau berkata, "Sungguh aku menyaksikan jenazah dan mengantarkannya hingga selesai dikubur, lalu aku pulang dengan hati yang merasa cukup. Aku tidak tahu amalan yang lebih ringan namun lebih besar pahalanya daripada mengiringi jenazah."

Hikmah dari kisah ini: Para salaf sangat memperhatikan amalan-amalan yang ringan namun besar pahalanya. Mereka tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena mereka paham betul janji Rasulullah ﷺ tentang besarnya pahala mengikuti jenazah.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan karena Allah: Saat menghadiri jenazah, niatkan karena iman dan mengharap pahala Allah, bukan karena terpaksa atau sekadar sosial.
  2. Sempurnakan hingga penguburan: Jika memungkinkan, ikutilah jenazah hingga selesai dikuburkan untuk mendapatkan pahala dua qirath.
  3. Jangan meremehkan shalat jenazah: Meski hanya bisa ikut shalat jenazah, itu tetap bernilai satu qirath di sisi Allah.
  4. Perbanyak doa untuk mayit: Saat mengikuti jenazah, perbanyaklah doa kebaikan untuk si mayit.
  5. Jadikan ini latihan keikhlasan: Amalan ini mengajarkan kita untuk berbuat baik tanpa pamrih, karena mayit tidak bisa membalas kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi