Penjelasan Hadits Bukhari No. 4684 tentang Allah Maha Kaya dan tidak berkurang memberi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits Qudsi yang agung, berisi kabar tentang sifat Allah yang Maha Pemurah dan Maha Kaya. Hadits ini mengajarkan kita untuk gemar berinfak di jalan Allah, karena Allah tidak akan pernah kekurangan. Allah justru berjanji akan menambah rezeki orang yang suka memberi. Hadits ini juga menegaskan bahwa Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan, seperti Tangan yang penuh, Arsy di atas air, dan Timbangan keadilan, yang wajib kita imani sesuai dengan keagungan-Nya tanpa menanyakan bagaimana caranya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab "Qaulihi Wa Kana Arsyuhu 'Ala Al-Ma'" (Hadits no. 4684). Berikut adalah potongan inti hadits yang menjadi fokus pembahasan:

Teks Arab (potongan inti):

> قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ وَقَالَ يَدُ اللَّهِ مَلأَى لاَ تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَقَالَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَبِيَدِهِ الْمِيزَانُ يَخْفِضُ وَيَرْفَعُ

Terjemahan: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman: 'Belanjakanlah (wahai manusia), niscaya Aku akan membelanjakan untukmu.' Dan Allah berfirman: 'Tangan Allah penuh, dan (penuh-Nya) tidak terpengaruh oleh pengeluaran yang terus-menerus siang dan malam.' Dan Allah berfirman: 'Apakah kalian melihat apa yang telah Dia belanjakan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Namun, apa yang ada di tangan-Nya tidak berkurang, dan Arsy-Nya berada di atas air; dan di tangan-Nya ada timbangan (keadilan) yang dengannya Dia mengangkat dan menurunkan (manusia).'"

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

  1. QS. Hud [11]: 7 - Tentang Arsy di atas air.
  • Teks Arab:

> وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

  • Terjemahan: "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah), 'Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,' niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.'"
  1. QS. Hud [11]: 56 - Tentang kekuasaan Allah atas segala sesuatu.
  • Teks Arab:

> إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

  • Terjemahan: "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus."
  1. QS. Hud [11]: 73 - Tentang sifat Allah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.
  • Teks Arab:

> قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

  • Terjemahan: "Mereka (para malaikat) berkata, 'Apakah engkau heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Mulia.'"

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung beberapa pelajaran besar yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Dorongan untuk Berinfak: Sabda Nabi ﷺ, "Allah berfirman: 'Belanjakanlah (wahai manusia), niscaya Aku akan membelanjakan untukmu.'" Ini adalah janji yang pasti dari Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menjanjikan ganti dan keberkahan bagi siapa saja yang menginfakkan hartanya di jalan kebaikan. Ini adalah kabar gembira yang memotivasi seorang mukmin untuk tidak bakhil, karena apa yang dia keluarkan tidak akan membuatnya miskin, justru Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
  2. Kesempurnaan Sifat Allah: Sabda Nabi ﷺ, "Tangan Allah penuh, dan (penuh-Nya) tidak terpengaruh oleh pengeluaran yang terus-menerus siang dan malam." Para ulama Ahlus Sunnah, seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, menjelaskan bahwa kita wajib mengimani sifat "Tangan" bagi Allah sebagai salah satu sifat kesempurnaan-Nya, tanpa menanyakan bagaimana bentuknya (takyif), tanpa menyerupakannya dengan makhluk (tamtsil), dan tanpa menolaknya (ta'thil). Maknanya adalah Allah Maha Kaya dan Maha Pemurah, dan kekayaan-Nya tidak akan pernah berkurang sedikit pun, meskipun Dia terus-menerus memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya siang dan malam.
  3. Kekuasaan Allah yang Tak Terbatas: Sabda Nabi ﷺ, "Apakah kalian melihat apa yang telah Dia belanjakan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Namun, apa yang ada di tangan-Nya tidak berkurang." Ini adalah bukti nyata dari kemahakuasaan Allah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil penjelasan bahwa ini menunjukkan betapa sempurnanya kekayaan dan kekuasaan Allah. Semua nikmat yang ada di alam semesta ini adalah pemberian-Nya, namun semua itu tidak mengurangi sedikit pun apa yang ada di sisi-Nya.
  4. Penetapan Sifat Arsy dan Timbangan: Sabda Nabi ﷺ, "Dan Arsy-Nya berada di atas air, dan di tangan-Nya ada timbangan (keadilan) yang dengannya Dia mengangkat dan menurunkan (manusia)." Ini menetapkan dua hal:
  • Arsy di atas air: Ini adalah berita tentang makhluk Allah yang paling besar, yaitu Arsy, yang berada di atas air. Ini juga disebutkan dalam QS. Hud [11]: 7. Kita mengimani hal ini sebagai hakikat yang benar, sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Bukhari dengan menjadikannya bab dalam kitab shahihnya.
  • Timbangan (Mizan): Ini adalah timbangan amal pada hari kiamat. Allah menetapkan bahwa di tangan-Nya ada timbangan untuk mengangkat dan menurunkan derajat manusia sesuai dengan amal mereka. Ini adalah salah satu bentuk keadilan Allah. Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa mengimani Mizan (timbangan amal) adalah bagian dari rukun iman kepada hari akhir.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa mengambil pelajaran dari kisah yang masyhur tentang kedermawanan Nabi ﷺ. Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa pernah ada seorang laki-laki yang meminta kepada Nabi ﷺ. Beliau memberinya kambing yang sangat banyak hingga memenuhi lembah di antara dua gunung. Laki-laki itu pun pulang dan berkata kepada kaumnya, "Masuklah kalian semua ke dalam Islam, karena Muhammad memberi dengan pemberian yang tidak takut miskin."

Kisah ini menunjukkan bahwa akhlak Nabi ﷺ adalah cerminan dari sifat Allah yang Maha Pemurah. Beliau tidak pernah takut kekurangan ketika memberi, karena beliau yakin dengan janji Allah dalam hadits di atas: "Anfiq, unfiq 'alaik" (Belanjakanlah, niscaya Aku akan membelanjakan untukmu). Ini adalah pelajaran tentang keyakinan yang kuat kepada Allah dan sifat dermawan yang diajarkan oleh Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah berinfak dan bersedekah di jalan Allah, karena Allah telah berjanji akan mengganti dan menambah rezeki kita. Jangan pernah takut miskin karena berbagi.
  2. Imanilah semua sifat-sifat Allah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits shahih, seperti sifat Tangan, Arsy, dan Timbangan, dengan cara yang layak bagi keagungan-Nya, tanpa menanyakan bagaimana bentuknya dan tanpa menyerupakannya dengan makhluk.
  3. Yakinlah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemurah. Kekayaan-Nya tidak akan pernah berkurang, dan Dia selalu memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya.
  4. Jadikanlah hadits ini sebagai motivasi untuk tidak bakhil dan selalu berbagi dengan sesama, karena apa yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?