Penjelasan Hadits Bukhari No. 4674 tentang Orang yang mencampur amal baik dan buruk lalu diampuni

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah mimpi agung yang Allah perlihatkan kepada Nabi ﷺ, berisi kabar gembira bagi orang-orang yang mencampur amal baik dengan amal buruk lalu bertaubat. Dua malaikat membawa Nabi ﷺ ke Surga Adn, dan diperlihatkan kaum yang setengah tubuhnya tampan dan setengahnya buruk — mereka adalah ahli maksiat dari umat Nabi ﷺ yang mencampur amal shalih dengan dosa, lalu Allah mengampuni mereka. Hadits ini menjadi tafsir amali (penerapan nyata) dari firman Allah tentang orang-orang yang mengakui dosa-dosanya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat yang menjadi judul bab Imam Al-Bukhari:

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

QS. At-Taubah [9]: 102

Terjemahan: "Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka; mereka mencampur amal yang baik dengan amal yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Hadits terkait: Shahih Al-Bukhari no. 4674, Kitab Tafsir, dari Samurah bin Jundab رضي الله عنه. Hadits ini juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan menjadi bagian dari hadits panjang tentang mimpi Nabi ﷺ.

Kaitan ulama: Imam Al-Bukhari mencantumkan hadits ini di bawah bab ayat 102 Surah At-Taubah, menunjukkan bahwa beliau memahami hadits ini sebagai penjelasan praktis ayat tersebut. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk ru'ya (mimpi) Nabi ﷺ yang merupakan wahyu, karena mimpi para nabi adalah wahyu. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan ayat ini turun berkaitan dengan kaum yang mengakui dosa mereka dan tidak beralasan.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ diberitahu oleh dua malaikat (yang datang dalam mimpi) tentang keadaan tiga golongan manusia. Golongan yang dibahas dalam potongan hadits ini adalah mereka yang setengah tubuhnya tampan dan setengahnya buruk. Ketika dicelupkan ke sungai, keburukan mereka hilang dan mereka menjadi tampan seluruhnya. Malaikat menjelaskan: mereka adalah orang-orang yang mencampur amal shalih dengan amal buruk, lalu Allah mengampuni mereka.

Pemahaman ulama:

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa "setengah tampan dan setengah buruk" adalah gambaran keadaan amal seseorang — amal baiknya tampak pada sebagian dirinya, dan amal buruknya tampak pada sebagian lain. Sungai dalam mimpi itu adalah lambang taubat dan ampunan Allah. Setelah bertaubat dan diampuni, hilanglah bekas dosa dan mereka menjadi bersih seluruhnya.

Ibnu Katsir dalam tafsir ayat 102 Surah At-Taubah menyebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan sekelompok sahabat yang tidak ikut Perang Tabuk, lalu mereka mengakui dosa mereka dan mengikat diri di tiang masjid hingga Nabi ﷺ membebaskan mereka. Ini menunjukkan bahwa mengakui dosa dan mencampurnya dengan amal shalih adalah jalan menuju ampunan.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa seorang mukmin yang jatuh dalam dosa namun tetap memiliki amal shalih dan segera bertaubat, berada di bawah harapan ampunan Allah. Beliau membedakan antara orang yang mencampur amal baik dan buruk (yang masih beriman) dengan orang munafik yang hatinya penuh kemunafikan.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan taubat dan luasnya rahmat Allah, serta bahwa dosa tidak menghapus keimanan seseorang selama ia mengakui dan bertaubat.

As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung harapan besar bagi orang beriman yang berdosa: selama mereka mengakui dosa dan mencampurnya dengan amal shalih, pintu taubat masih terbuka.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berbeda tentang apakah "mencampur" berarti dosa dan amal shalih seimbang, ataukah amal shalih lebih dominan. Namun kesimpulan yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir — adalah bahwa ayat dan hadits ini mencakup semua mukmin yang berdosa lalu bertaubat, dan Allah mengampuni mereka dengan rahmat-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika ayat ini turun, ada sepuluh orang sahabat yang tidak ikut Perang Tabuk. Mereka merasa sangat menyesal. Abu Lubabah bin Abdul Mundzir dan beberapa sahabat lainnya mengikat diri mereka di tiang masjid dan bersumpah tidak akan melepaskan ikatan itu sampai Nabi ﷺ sendiri yang melepaskannya. Ketika Nabi ﷺ kembali dan mengetahui hal itu, beliau bersabda bahwa seandainya mereka datang kepada beliau, beliau akan memohonkan ampunan untuk mereka. Tetapi karena mereka mengakui dosa dan berserah kepada Allah, turunlah ayat 102 Surah At-Taubah yang memberi kabar gembira bahwa Allah akan mengampuni mereka. (Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.)

Hikmahnya: mengakui dosa di hadapan Allah, disertai amal shalih dan penyesalan, adalah jalan menuju ampunan. Allah tidak menutup pintu taubat bagi hamba-Nya yang kembali.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan berputus asa dari rahmat Allah — meskipun seseorang pernah berbuat dosa, selama ia beriman dan memiliki amal shalih, pintu taubat tetap terbuka.
  2. Segera bertaubat — seperti kaum yang dicelupkan ke sungai, taubat membersihkan bekas dosa dan mengembalikan keindahan ruhani.
  3. Jaga keseimbangan amal — perbanyak amal shalih agar menutupi kekurangan dan dosa yang pernah dilakukan.
  4. Akui dosa dengan jujur — jangan mencari alasan atau membenarkan diri; pengakuan dosa adalah langkah pertama menuju ampunan.
  5. Berhusnuzan kepada Allah — hadits ini menunjukkan bahwa Allah mengampuni orang yang mencampur amal baik dan buruk, asalkan ia kembali kepada-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?