Bab Perintah Allah untuk Tidak Shalat atas Orang Munafik
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّهُ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَىٍّ جَاءَ ابْنُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَعْطَاهُ قَمِيصَهُ وَأَمَرَهُ أَنْ يُكَفِّنَهُ فِيهِ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي عَلَيْهِ، فَأَخَذَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ بِثَوْبِهِ فَقَالَ تُصَلِّي عَلَيْهِ وَهْوَ مُنَافِقٌ وَقَدْ نَهَاكَ اللَّهُ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لَهُمْ. قَالَ " إِنَّمَا خَيَّرَنِي اللَّهُ أَوْ أَخْبَرَنِي فَقَالَ {اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ} فَقَالَ سَأَزِيدُهُ عَلَى سَبْعِينَ ". قَالَ فَصَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَصَلَّيْنَا مَعَهُ ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ {وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ}
Diriwayatkan dari Ibn Umar: Ketika Abdullah bin Ubai meninggal, putranya Abdullah bin Abdullah datang kepada Rasulullah ﷺ yang memberinya bajunya dan memerintahkannya untuk mengkafani ayahnya dengan baju tersebut. Kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan shalat jenazah untuk mayat tersebut, tetapi Umar bin Al-Khattab menarik pakaiannya dan berkata, "Apakah kamu shalat untuknya padahal dia seorang munafik dan Allah telah melarangmu untuk meminta ampunan bagi orang-orang munafik?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah telah memberikan pilihan kepadaku (atau Allah telah memberitahuku) dengan firman-Nya: 'Apakah kamu, wahai Muhammad, meminta ampunan untuk mereka, atau tidak meminta ampunan untuk mereka, meskipun kamu meminta ampunan untuk mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka.' (9.80) Kemudian beliau menambahkan, "Saya akan meminta ampunan lebih dari tujuh puluh kali." Maka Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat jenazah untuknya dan kami pun melaksanakan shalat bersamanya. Kemudian Allah menurunkan: 'Dan janganlah kamu, wahai Muhammad, shalat (shalat jenazah) untuk siapa pun di antara mereka yang mati, dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mati dalam keadaan fasik.' (9.84)
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
