Penjelasan Hadits Bukhari No. 4663 tentang Kisah Abu Bakar dan Nabi di gua saat hijrah

Penjelasan Hadits Shahih Al-Bukhari No. 4663

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan saat Nabi ﷺ dan Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur dalam perjalanan hijrah. Ketika Abu Bakr khawatir karena jejak kaki orang musyrik sudah sangat dekat, Nabi ﷺ menenangkannya dengan menyatakan bahwa Allah bersama mereka. Hadits ini mengajarkan tawakal, keyakinan akan pertolongan Allah, dan keutamaan Abu Bakr ash-Shiddiq.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. At-Taubah [9]: 40

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

Terjemahan: "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Firman-Nya "ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ", dari jalur Anas bin Malik dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakr yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur'an sebagai "sahabatnya" (صَاحِبِهِ) dan orang yang menemani Nabi ﷺ dalam momen paling kritis.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ucapan Nabi ﷺ "ما ظنك باثنين الله ثالثهما" adalah bentuk penenangan dan penegasan bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Penjelasan Rinci

Konteks Peristiwa Hijrah

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi ﷺ dan Abu Bakr berhijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Kaum musyrik mengejar mereka hingga ke mulut gua, bahkan jejak kaki mereka sudah terlihat oleh Abu Bakr.

Makna Ucapan Abu Bakr

Ucapan Abu Bakr "لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ رَفَعَ قَدَمَهُ رَآنَا" menunjukkan kekhawatiran yang wajar sebagai manusia. Beliau bukan ragu kepada Allah, tetapi khawatir jika Nabi ﷺ tertangkap dan dakwah terhenti. Ini menunjukkan kecintaan Abu Bakr yang sangat besar kepada Nabi ﷺ dan Islam.

Makna Ucapan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ menjawab: "مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا" — "Apa pendapatmu tentang dua orang, yang ketiganya adalah Allah?"

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah pernyataan tentang ma'iyyah (kebersamaan) Allah yang khusus berupa pertolongan, dukungan, dan perlindungan — bukan kebersamaan zat Allah dengan makhluk-Nya secara fisik.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa makna "Allah yang ketiganya" adalah Allah bersama mereka dengan pertolongan dan penjagaan-Nya. Ini adalah bentuk tawakal yang sempurna dan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyerahkan hamba-Nya yang beriman kepada musuh.

Pemahaman Ulama

Imam Al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam Kitab Tafsir untuk menjelaskan ayat QS. At-Taubah [9]: 40. Ini menunjukkan bahwa hadits ini adalah penjelasan langsung dari Nabi ﷺ tentang makna ayat tersebut.

Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits ini mengandung beberapa faedah:

  1. Keutamaan Abu Bakr karena disebut "sahabatnya" dalam Al-Qur'an
  2. Bolehnya merasa khawatir selama tidak sampai berputus asa dari rahmat Allah
  3. Keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi orang yang bertawakal
  4. Penegasan bahwa Allah bersama orang-orang beriman dengan pertolongan-Nya

Imam An-Nawawi menambahkan bahwa ucapan Nabi ﷺ ini adalah bentuk jawaban yang lembut dan menenangkan, bukan teguran keras. Ini menunjukkan akhlak Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang.

Perbedaan Pendapat

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang makna "Allah yang ketiganya". Namun kesepakatan ulama Ahlus Sunnah dari daftar yang disebutkan — seperti Ibnu Katsir, Ibnu Hajar, An-Nawawi, dan As-Sa'di — menyatakan bahwa ini adalah kebersamaan pertolongan dan perlindungan, bukan kebersamaan zat Allah secara fisik. Ini sesuai dengan ayat "إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا" yang bermakna pertolongan dan dukungan.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim bahwa ketika Abu Bakr melihat jejak kaki orang musyrik dari celah gua, beliau berkata dengan penuh kekhawatiran: "Wahai Rasulullah, jika salah satu dari mereka melihat ke bawah kakinya, dia akan melihat kita."

Nabi ﷺ yang saat itu sedang beristirahat dengan tenang, membuka matanya dan berkata dengan penuh keyakinan: "Apa pendapatmu tentang dua orang, yang ketiganya adalah Allah?"

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ juga bersabda: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah [9]: 40)

Hikmah dari kisah ini: Ketika seluruh usaha manusia sudah dilakukan — bersembunyi, bersiap, berhati-hati — maka yang tersisa adalah tawakal kepada Allah. Abu Bakr telah melakukan semua yang bisa dilakukan, tetapi kekhawatiran tetap ada karena manusia memiliki batas. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa di atas semua usaha, ada Allah yang Maha Melindungi.

Kesimpulan Praktis

  1. Bertawakal setelah berusaha — Lakukan semua usaha yang diperlukan, lalu serahkan hasilnya kepada Allah dengan keyakinan penuh.
  2. Allah bersama orang beriman — Keyakinan ini bukan sekadar teori, tetapi harus tertanam dalam hati saat menghadapi kesulitan.
  3. Keutamaan Abu Bakr — Hadits ini menunjukkan kedudukan Abu Bakr ash-Shiddiq yang istimewa sebagai sahabat Nabi ﷺ dalam momen paling kritis.
  4. Adab dalam kekhawatiran — Khawatir adalah sifat manusiawi, tetapi jangan sampai berputus asa dari rahmat Allah.
  5. Pertolongan Allah pasti datang — Bagi orang yang beriman dan bertawakal, Allah tidak akan menyerahkan mereka kepada musuh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?