Bab Perintah untuk Tidak Mendekati Perbuatan Keji yang Terlihat dan Tersembunyi
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ " لاَ أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ، وَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلاَ شَىْءَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنَ اللَّهِ، لِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ ". قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ. قُلْتُ وَرَفَعَهُ قَالَ نَعَمْ.
Abdullah (bin Mas`ud) berkata, "Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, oleh karena itu Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada yang lebih mencintai pujian daripada Allah, dan untuk alasan ini Dia memuji diri-Nya sendiri." Saya bertanya kepada Abu Wail, "Apakah kamu mendengarnya dari Abdullah?" Dia menjawab, "Ya," saya bertanya, "Apakah Abdullah menyandarkannya kepada Rasulullah?" Dia menjawab, "Ya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
