Penjelasan Hadits Bukhari No. 4589 tentang Perpecahan sahabat soal hukum orang munafik dan keutamaan Madinah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sebab turunnya ayat ke-88 dari Surah An-Nisa, yaitu ketika sebagian sahabat yang kembali dari Perang Uhud terpecah menjadi dua pendapat tentang orang-orang munafik: ada yang ingin memerangi mereka dan ada yang menolak. Allah menegur perpecahan itu, dan Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kota Madinah (Thaibah) akan membersihkan orang-orang munafik dari kaum mukminin, seperti api memurnikan perak dari kotorannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an — QS. An-Nisa [4]: 88

فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

Terjemahan ringkas: "Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan tentang orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka (kepada kekafiran) karena perbuatan mereka sendiri? Apakah kamu ingin memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka kamu tidak akan menemukan jalan baginya."

Hadits terkait

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tafsir, dari sahabat Zaid bin Tsabit رضي الله عنه. Jalur periwayatannya: Muhammad bin Basysyar → Gundar dan Abdurrahman → Syu'bah → 'Adi → Abdullah bin Yazid → Zaid bin Tsabit.

Kaitan dengan ulama

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai dalil sebab turunnya ayat (asbabun nuzul) dan menerangkan makna "Thaibah" sebagai nama lain kota Madinah.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan perpecahan sahabat mengenai orang-orang munafik yang kembali dari Uhud.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menegaskan pentingnya persatuan kaum mukminin dan larangan tergesa-gesa dalam menghukumi.

Penjelasan Rinci

Latar belakang peristiwa

Setelah Perang Uhud, sebagian orang yang ikut bersama pasukan Muslim kembali ke Madinah tanpa alasan yang jelas. Mereka inilah yang diperselisihkan oleh para sahabat. Sebagian sahabat berkata: "Perangi mereka, karena mereka munafik." Sebagian lain berkata: "Jangan, karena mereka masih mengucapkan syahadat." Perpecahan pendapat ini kemudian ditegur oleh Allah melalui ayat 88 Surah An-Nisa.

Makna teguran ayat

Allah mencela perpecahan itu dengan kalimat "فَمَا لَكُمْ" (mengapa kalian?). Ini menunjukkan bahwa perpecahan dalam menghukumi seseorang tanpa ilmu adalah tercela. Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang munafik itu "أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا" — yaitu Allah mengembalikan mereka kepada kekafiran karena perbuatan mereka sendiri. Maka tidak pantas seorang mukmin bersikeras memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah.

Makna sabda Nabi ﷺ tentang Thaibah

Nabi ﷺ bersabda: "إِنَّهَا طَيْبَةُ تَنْفِي الْخَبَثَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْفِضَّةِ" — "Sesungguhnya ia (Madinah) adalah Thaibah, ia mengeluarkan kotoran sebagaimana api mengeluarkan kotoran perak."

  • Thaibah adalah nama lain kota Madinah, berasal dari kata "thayyib" (baik/suci). Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penamaan ini menunjukkan kesucian kota Madinah.
  • "Mengeluarkan kotoran" berarti Madinah akan memisahkan orang-orang munafik dari orang-orang mukmin yang ikhlas. Sebagaimana api memurnikan perak dari kotoran yang bercampur dengannya, demikian pula Madinah akan memurnikan iman kaum mukminin dari kemunafikan.
  • Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus kota Madinah: ia tidak akan membiarkan kemunafikan bersemayam di dalamnya, melainkan akan mengeluarkan orang-orang munafik.

Pelajaran tentang persatuan

Ibnu Hajar dan an-Nawawi sama-sama menekankan bahwa hadits ini mengajarkan agar kaum mukminin tidak terpecah dalam menghukumi perkara yang belum jelas. Perpecahan dalam urusan agama adalah penyakit yang harus dihindari, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran [3]: 103 yang memerintahkan berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah-belah.

Perbedaan pendapat di antara ulama

Sebagian ulama tafsir dari kalangan tabi'in seperti Qatadah dan Mujahid menyebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan orang-orang munafik yang kembali dari Uhud. Ibnu Katsir menguatkan pendapat ini berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit di atas. Tidak ada perbedaan pokok di antara ulama daftar mengenai sebab turunnya ayat ini; yang ada hanyalah perbedaan redaksi dalam meriwayatkan peristiwanya.

Story Telling

Dikisahkan oleh Zaid bin Tsabit رضي الله عنه — seorang sahabat yang juga penulis wahyu — bahwa setelah Perang Uhud, sebagian orang kembali ke Madinah tanpa izin. Para sahabat pun berselisih pendapat tentang mereka. Sebagian berkata: "Mereka munafik, perangi mereka!" Sebagian lain berkata: "Jangan, mereka masih bersaudara!" Perselisihan ini sampai kepada Nabi ﷺ, lalu turunlah ayat 88 Surah An-Nisa yang menegur perpecahan itu.

Nabi ﷺ kemudian bersabda dengan lembut: "Sesungguhnya Madinah itu Thaibah, ia mengeluarkan kotoran sebagaimana api mengeluarkan kotoran perak." Sabda ini menenangkan para sahabat: tidak perlu saling bermusuhan hanya karena berbeda pendapat tentang orang munafik, karena Madinah sendiri akan memisahkan mereka. Hikmahnya: perbedaan pendapat dalam masalah ijtihad bukan alasan untuk berpecah, dan Allah akan menjaga kemurnian agama-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Hindari perpecahan dalam menghukumi perkara yang belum jelas; kembalikan kepada Al-Qur'an dan sunnah dengan ilmu.
  2. Jangan tergesa-gesa menghukumi seseorang sebagai munafik atau kafir tanpa bukti yang jelas.
  3. Yakinlah pada janji Allah bahwa kebenaran akan tetap terjaga dan kemunafikan akan tersingkir, sebagaimana Madinah menyucikan dirinya.
  4. Jaga persatuan kaum mukminin, karena persatuan adalah kekuatan dan perpecahan adalah kelemahan.
  5. Rujuklah kepada ulama yang terpercaya dalam memahami ayat dan hadits, sebagaimana para sahabat merujuk kepada Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?