Penjelasan Hadits Bukhari No. 4570 tentang Shalat malam Nabi dan membaca ayat terakhir Ali Imran

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan kebiasaan Nabi ﷺ bangun malam, mengusap bekas tidur di wajah, membaca sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran, lalu berwudhu dan shalat malam dua rakaat-dua rakaat, ditutup dengan witir. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menyaksikan langsung dan meneladani beliau. Hadits ini mengajarkan adab bangun malam, keutamaan membaca Al-Qur'an sebelum shalat, dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak kecil.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait (tentang orang yang mengingat Allah dalam berbagai keadaan):

QS. Ali 'Imran [3]: 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Terjemahan: "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tafsir, dari jalur Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Imam Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Kitab Shalat Tahajud dan Kitab Wudhu dengan lafaz yang berdekatan.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang, mencakup adab bangun malam, jumlah rakaat, dan hukum witir.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menjelaskan keutamaan shalat malam dan membaca ayat sebelum shalat.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat 190–200 Ali Imran adalah ayat yang dibaca Nabi ﷺ saat bangun malam, dan beliau mengamalkan maknanya secara langsung.

Penjelasan Rinci

1. Kebiasaan Nabi ﷺ bangun malam

Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi ﷺ tidur memanjang di atas bantal, lalu bangun dan mengusap bekas tidur di wajahnya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa mengusap wajah setelah bangun adalah sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Nabi ﷺ mengusap wajah dengan kedua tangannya setelah bangun tidur sambil membaca doa bangun.

2. Membaca sepuluh ayat terakhir Ali Imran

Nabi ﷺ membaca QS. Ali 'Imran [3]: 190–200. Ibn Katsir menjelaskan bahwa ayat-ayat ini mengandung tauhid, tafakur atas penciptaan, dan doa. Membacanya sebelum shalat malam menunjukkan keutamaan memulai ibadah dengan dzikir dan tilawah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali 'Imran [3]: 191 tentang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.

3. Berwudhu dari kantong air (syin)

Nabi ﷺ berwudhu dari wadah air yang tergantung. Ini menunjukkan kesederhanaan dan kesiapan beliau untuk shalat malam. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa berwudhu sebelum shalat malam adalah sunnah yang dianjurkan.

4. Shalat dua rakaat-dua rakaat lalu witir

Nabi ﷺ shalat enam kali dua rakaat (total 12 rakaat) kemudian witir satu rakaat. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat, dan witir sebagai penutup. Jumlah rakaat bisa berbeda sesuai kemampuan, namun witir tetap disyariatkan.

5. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas

Ketika Ibnu Abbas berdiri di samping beliau, Nabi ﷺ meletakkan tangan di kepala Ibnu Abbas dan memegang telinganya sambil memutarnya. Ibnu Hajar menjelaskan ini adalah bentuk kasih sayang dan pengajaran halus kepada anak kecil, agar ia tetap fokus dan tidak mengganggu shalat. Ini juga menunjukkan bolehnya shalat berjamaah dengan anak kecil di samping imam.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Imam Malik (dalam Al-Muwaththa') meriwayatkan hadits serupa dan menegaskan shalat malam dua rakaat-dua rakaat.
  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad sepakat bahwa witir adalah sunnah muakkadah dan boleh dilakukan satu rakaat.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat witir tiga rakaat dengan satu salam, namun dalil yang lebih kuat menurut jumhur (termasuk Al-Bukhari, Muslim, dan ulama daftar lainnya) adalah witir satu rakaat sebagaimana hadits ini.

Story Telling

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang anak yang masih kecil, bermalam di rumah bibinya Maimunah, istri Nabi ﷺ. Ia sengaja ingin melihat langsung shalat malam Rasulullah ﷺ. Malam itu, ia menyaksikan bagaimana Nabi ﷺ bangun, mengusap wajah, membaca ayat-ayat Ali Imran, berwudhu, dan shalat dengan khusyuk. Ketika Ibnu Abbas ikut berdiri di samping beliau, Nabi ﷺ dengan lembut memegang kepala dan telinganya, mengarahkannya dengan penuh kasih sayang. Ibnu Abbas kecil tidak hanya melihat, tetapi juga meneladani. Dari malam itu, ia menjadi salah satu sahabat yang paling dalam ilmunya, hingga dijuluki Turjumanul Qur'an (juru tafsir Al-Qur'an). Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini sebagai pelajaran bagi umat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bangun malam dan mengusap wajah — sunnah yang ringan namun berpahala.
  2. Membaca Al-Qur'an sebelum shalat malam — terutama ayat-ayat Ali Imran 190–200 — menghidupkan hati dan mengingat Allah.
  3. Berwudhu sebelum shalat malam — menjaga kesucian dan kesiapan ibadah.
  4. Shalat malam dua rakaat-dua rakaat — lalu ditutup witir, meski hanya satu rakaat.
  5. Bersikap lembut kepada anak — ajak mereka mengenal ibadah dengan kasih sayang, bukan paksaan.
  6. Teladani Nabi ﷺ dalam kesederhanaan — tidur di bantal sederhana, wudhu dari kantong air, namun hatinya penuh dzikir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?