Penjelasan Hadits Bukhari No. 4463 tentang Pilihan Nabi menuju teman tertinggi saat wafat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah ﷺ. Intinya, setiap nabi akan diperlihatkan tempatnya di surga, lalu diberikan pilihan antara tetap hidup di dunia atau berpindah kepada Allah ﷻ. Saat sakaratul maut, Rasulullah ﷺ memilih "Ar-Rafiq al-A'la" (teman yang paling tinggi, yaitu Allah ﷻ dan para nabi serta malaikat di surga). Ini menunjukkan kemuliaan akhlak beliau, kerinduan beliau kepada Allah, dan juga merupakan pelajaran bagi kita bahwa kematian adalah kepastian yang harus kita siapkan dengan amal shalih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Perawi: Aisyah radhiyallahu 'anha
  • Kitab: Shahih Al-Bukhari, Kitab Perang (Al-Maghazi), Bab "Terakhir yang Diucapkan Nabi ﷺ", no. 4463
  • Hadits serupa juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim, no. 2444, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang orang-orang yang beriman dan tenang menghadapi kematian:

> يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr [89]: 27-30)

Ayat ini sangat erat kaitannya dengan hadits di atas, karena menggambarkan keadaan jiwa yang tenang dan rida saat menghadapi kematian, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "diberi pilihan" adalah Allah memperlihatkan kepadanya tempatnya di surga, lalu malaikat maut atau Allah memberikan pilihan antara tetap hidup di dunia atau berpindah ke alam akhirat. Pilihan ini bukanlah pilihan yang ragu, tetapi pilihan yang didasari keyakinan dan kerinduan kepada Allah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ucapan "Ar-Rafiq al-A'la" adalah pilihan beliau untuk bergabung dengan Allah ﷻ, para nabi, dan orang-orang yang dimuliakan di surga yang tertinggi. Ini menunjukkan bahwa beliau telah menyelesaikan tugas risalahnya dengan sempurna.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan dan Kemuliaan Para Nabi

Setiap nabi, sebelum wafat, diperlihatkan tempatnya di surga. Ini adalah bentuk penghormatan Allah kepada mereka, sebagai kabar gembira dan ketenangan hati. Ini juga menunjukkan bahwa para nabi adalah makhluk pilihan yang dijamin masuk surga.

2. Makna "Pilihan" dalam Hadits

Pilihan yang diberikan kepada para nabi bukanlah pilihan karena ragu atau bimbang, tetapi pilihan yang didasari oleh kesempurnaan iman dan kerinduan kepada Allah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa pilihan ini menunjukkan kesempurnaan cinta seorang hamba kepada Rabbnya. Ketika seorang hamba mencintai Allah, ia akan merindukan pertemuan dengan-Nya.

3. Keadaan Rasulullah ﷺ Saat Sakaratul Maut

Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa saat kematian datang, kepala Rasulullah ﷺ berada di pangkuannya. Beliau pingsan, lalu sadar, kemudian menatap ke atap rumah dan mengucapkan "Ar-Rafiq al-A'la". Ini menunjukkan bahwa meskipun pingsan karena dahsyatnya sakaratul maut, hati dan lisan beliau tetap berdzikir kepada Allah.

4. Pelajaran bagi Umat

  • Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Rasulullah ﷺ yang merupakan manusia paling mulia pun tetap merasakan sakaratul maut.
  • Kita harus selalu berhusnuzhan (berprasangka baik) kepada Allah dan mempersiapkan diri dengan amal shalih.
  • Ucapan terakhir seorang muslim sebaiknya adalah kalimat yang baik, seperti syahadat atau dzikir kepada Allah.

Story Telling

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ sakit yang membawanya wafat, beliau meminta para istrinya untuk mengizinkannya dirawat di rumahku. Maka beliau dibawa ke rumahku dengan ditopang oleh Al-Abbas dan Ali radhiyallahu 'anhuma."

Aisyah melanjutkan: "Ketika beliau berada di rumahku, beliau bersabda: 'Tumpahkanlah ke atasku air dari tujuh bejana yang belum dibuka ikatannya, agar aku bisa keluar menemui manusia dan berwasiat kepada mereka.' Maka kami menuangkan air tersebut. Setelah itu beliau keluar menemui manusia, lalu berwasiat dan bersabda: 'Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.' Kemudian beliau bersabda: 'Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai sesembahan.'"

Kemudian Aisyah berkata: "Ketika sakaratul maut datang, kepala beliau berada di pangkuanku. Beliau bersabda: 'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukanlah aku dengan Ar-Rafiq al-A'la.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah: Rasulullah ﷺ tetap memikirkan umatnya hingga akhir hayat. Beliau berwasiat tentang larangan berbuat syirik dan ghuluw (berlebihan) terhadap kuburan. Dan di saat yang sama, beliau menunjukkan kerinduan kepada Allah ﷻ. Ini adalah teladan bagi kita untuk selalu menjaga tauhid dan mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kematian adalah kepastian. Setiap jiwa akan merasakan mati, tidak ada yang bisa menghindar.
  2. Perbanyak amal shalih dan perbaiki hubungan dengan Allah ﷻ. Karena kematian bisa datang kapan saja.
  3. Jaga lisan agar selalu berdzikir dan mengucapkan kalimat yang baik. Karena apa yang diucapkan di akhir hayat, seringkali merupakan cerminan dari apa yang biasa diucapkan sepanjang hidupnya.
  4. Rindukanlah pertemuan dengan Allah ﷻ. Bukan berarti kita ingin cepat mati, tetapi kita berusaha agar hidup kita diridhai Allah, sehingga kematian menjadi pintu menuju kebahagiaan abadi.
  5. Jangan berlebihan dalam mengagungkan kuburan atau orang shalih. Sebagaimana wasiat terakhir Rasulullah ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?